Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rahasia Hidup Tenang ala Jepang: Mengenal Ikigai dan Maknanya

Rahasia Hidup Tenang ala Jepang: Mengenal Ikigai dan Maknanya
Ilustrasi merasa bahagia (pexels.com/Photo by Marcella Soáres)

Di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh tuntutan, tidak sedikit orang menjalani hidup dalam “mode bertahan”. Bangun pagi karena kewajiban, bekerja karena kebutuhan, dan menutup hari tanpa benar-benar merasa hidup. Kelelahan yang muncul pun bukan hanya fisik, tetapi juga emosional—seolah hari-hari hanya rangkaian rutinitas tanpa makna.

Di Jepang, terdapat sebuah filosofi hidup yang sederhana namun mendalam, yakni ikigai. Secara harfiah, ikigai berarti “alasan untuk hidup” atau “alasan bangun setiap pagi”. Filosofi ini tidak menekankan pencapaian besar atau kesuksesan luar biasa, melainkan mengajak setiap orang menemukan makna dari hal-hal kecil yang selaras dengan dirinya.

1. Apa itu ikigai dan mengapa ia begitu penting dalam hidup

Wanita sedang di kebun ilalang.
Ilustrasi Tips Merawat Kesehatan Mental Melalui Kebiasaan Kecil Sehari-hari. (pexels.com/Breno Cardoso)

Ikigai bukanlah target ambisius yang harus segera ditemukan. Ia merupakan proses mengenal diri secara perlahan. Secara umum, ikigai berada di pertemuan antara apa yang disukai, apa yang dikuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan apa yang dapat memberi nilai—baik secara finansial maupun emosional.

Namun dalam praktiknya, ikigai tidak selalu serumit diagram yang kerap beredar di media sosial. Bagi sebagian orang Jepang, ikigai bisa sesederhana merawat kebun setiap pagi, memasak untuk keluarga, atau menjalani pekerjaan dengan penuh dedikasi meski perannya terlihat biasa.

Hal ini menunjukkan bahwa kesejahteraan hidup tidak selalu berasal dari pencapaian besar, tetapi dari rasa keterhubungan dengan aktivitas sehari-hari.

2. Ikigai dan hubungannya dengan kesehatan mental

Seorang wanita sedang menikmati alam.
Ilustrasi Tanda Kamu Tidak Lagi Merasa Aman Menjadi Diri Sendiri. (pexels.com/Megan Ruth)

Sejumlah penelitian dan pengamatan sosial menunjukkan bahwa individu yang memiliki ikigai cenderung memiliki kondisi mental yang lebih stabil. Mereka merasa hidupnya memiliki arti, sehingga tekanan tidak mudah berubah menjadi kehampaan.

Dalam perspektif psikologis, ikigai membantu mengurangi kecemasan eksistensial—yakni perasaan bahwa hidup tidak memiliki makna. Ketika seseorang memahami alasan di balik tindakannya, rasa lelah menjadi lebih dapat diterima dan kegagalan terasa lebih manusiawi.

3. Ikigai tidak selalu tentang pekerjaan atau passion

Seorang perempuan sedang duduk di tepi danau.
Seorang perempuan sedang duduk di tepi danau. (pexels.com/Pixabay)

Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang ikigai adalah anggapan bahwa ia harus berkaitan dengan pekerjaan impian atau passion yang menghasilkan uang. Padahal, ikigai tidak selalu bersifat profesional atau finansial.

Ikigai bisa hadir dalam peran sebagai orang tua, sahabat, relawan, atau individu yang berusaha hidup lebih sadar dan bermakna. Filosofi ini menegaskan bahwa hidup yang berarti tidak harus spektakuler, tetapi cukup jujur dan selaras dengan nilai diri sendiri.

4. Cara menemukan ikigai dalam kehidupan sehari-hari

Wanita sedang di kebun bunga.
Ilustrasi Tips Menyusun Ulang Tujuan Hidup dengan Cara yang Lebih Manusiawi. (pexels.com/Andre Furtado)

Menemukan ikigai bukan soal berpikir keras, melainkan belajar mendengarkan diri sendiri. Seseorang dapat memulainya dengan memperhatikan momen-momen kecil yang membuat hati terasa tenang atau waktu terasa berjalan lebih lambat.

Ikigai juga bersifat dinamis. Alasan hidup seseorang hari ini bisa saja berbeda beberapa tahun mendatang. Perubahan tersebut bukan tanda kegagalan, melainkan bagian dari proses pertumbuhan.

Pada akhirnya, ikigai mengingatkan bahwa hidup tidak selalu harus dikejar atau dibuktikan kepada orang lain. Dalam kesederhanaan dan kesadaran menjalani hari, seseorang dapat menemukan makna yang lebih tenang, manusiawi, dan berkelanjutan.

Itulah gambaran tentang ikigai, filosofi hidup orang Jepang yang mengajarkan pentingnya memiliki alasan untuk bangun setiap pagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Rahasia Hidup Tenang ala Jepang: Mengenal Ikigai dan Maknanya

20 Feb 2026, 04:00 WIBNews