Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ratusan Rumah di IKN Terendam Banjir, BPBD Lakukan Evakuasi Warga
Banjir merendam ratuasn rumah warga di Desa Sukaraja dan Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, PPU, Kamis (28/11/2024). (Dok. BPBD PPU)

Penajam, IDN Times - Ratusan rumah di Desa Sukaraja dan Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) terendam banjir, Kamis (28/11/2024). Kawasan ini sejatinya sudah masuk area Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Tingginya intensitas hujan menyebabkan luapan Sungai Sepaku, menggenangi pemukiman warga dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di beberapa titik.

1. Ratusan rumah warga terdampak banjir

Personel BPBD PPU mengevakuasi warga yang terdampak banjir. (Dok. BPBD PPU)

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU mencatat, sebanyak 182 rumah terdampak, dengan rincian 142 rumah di Desa Sukaraja dan 40 rumah di Kelurahan Sepaku. Akibatnya, 144 kepala keluarga (KK) dengan 479 jiwa di Sukaraja dan 40 KK dengan 203 jiwa di Sepaku harus menghadapi dampak banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, M. Sukadi Kuncoro, menjelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur sejak Rabu (27/11/2024) malam hingga Kamis pagi menjadi penyebab utama banjir.

2. BPBD PPU mengevakuasi warga ke wilayah aman

Personel BPBD PPU sigap mengevakuasi warga. (Dok. BPBD PPU)

Air Sungai Sepaku meluap dan merendam rumah warga yang berada di area rendah serta dekat bantaran sungai.

"Luapan air menyebabkan muka air naik hingga 1,5 meter di sejumlah titik. Rumah-rumah di wilayah rendah terdampak paling parah," ungkap Sukadi.

Mendapati laporan banjir, BPBD langsung mengirim tim ke lokasi untuk melakukan pendataan, identifikasi, serta evakuasi. Tim mengevakuasi warga, barang berharga, dan kendaraan dari area yang paling terdampak.

3. Banjir belum surut

Ilustrasi petugas BPBD (Dok. BPBD PPU)

Hingga Kamis malam, sebanyak 10 KK di Kelurahan Sepaku telah diungsikan ke lokasi aman. "Di lokasi tersebut, banjir memang cukup parah, sehingga kami harus segera memindahkan warga," kata Sukadi.

Banjir diperparah oleh fenomena pasang air laut yang mencapai lebih dari 2 meter. Hal ini membuat genangan air sulit surut, sehingga personel BPBD tetap bersiaga untuk mengantisipasi potensi banjir lanjutan.

"Kami berharap malam ini tidak ada hujan tambahan, agar situasi bisa lebih terkendali," ujar Sukadi.

Editorial Team

Related Article