Rencana Paslon Wali Kota Pontianak dalam Wujudkan Generasi Emas 2045

Pontianak, IDN Times - Debat Publik Perdana Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak 2024 berjalan dengan lancar. Kedua paslon saling adu gagasan seputar program. Debat ini digelar di Hotel Aston Pontianak, pada Rabu (6/11/2024) malam.
Terdapat dua paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak 2024, yakni paslon nomor urut 1 Edi Rusdi Kamtono bersama Bahasan. Dan paslon nomor urut 2, Mulyadi bersama Harti Hartidjah.
Berbagai macam isu yang dibicarakan pada debat perdana tersebut, mulai dari upaya menarik investor, upaya meningkatkan perkonomian daerah, kekerasan anak, hingga upaya dalam mewujudkan Indonesia emas 2045.
1. Upayakan Pontianak zero stunting

Calon Wakil Wali Kota Pontianak nomor urut 1, Bahasan menanggapi terkait upaya untuk mewujudkan Indonesia emas 2045 salah satunya adalah membuat Kota Pontianak menjadi zero stunting.
“Menyongsong 2045 mewujudkan generasi emas untuk membuat Kota Pontianak zero stunting. Saat awal kami menjabat angka stunting 24,4% berjalan menurun 19,7%, sekarang 16,37% ini. Kami akan bekerja keras bukan omon-omon,” sebut Bahasan.
Selain itu, Bahasan juga mengungkapkan bahwa pada saat masa kepemimpinannya sebagai Wakil Wali Kota Pontianak periode 2018-2023, Pontianak pernah meraih predikat Kota Layak Anak (KLA).
“Kita berhasil juga meningkatkan kota layak anak dari Madya menjadi Nindya. IPM kita targetkan 80 persen itu melebihi target, 81,63 persen, ini lebih tinggi dari kabupaten kota lain yang ada di Kalbar. Ini upaya-upaya yang jelas kami tidak omon-omon,” tegas Bahasan.
2. Bantu anak putus sekolah dan beri pendidikan gratis

Paslon nomor urut 2 menanggapi, Calon Wakil Wali Kota Pontianak nomor urut 2, Harti Hartidjah mengungkapkan bahwa Kota Pontianak belum sejahtera. Jika dia terpilih menjadi Wakil Wali Kota Pontianak maka dirinya akan bekerja keras dalam hal pendidikan.
“Kalau saya terpilih sebagai Wakil Wali Kota saya akan bekerja keras untuk bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Psikolog dan lembaga-lembaga pendidikan agama untuk mengurangi peningkatan kekerasan pada anak,” tuturnya.
“Kita mengupayakan agar anak putus sekolah untuk memberikan lanjutan pendidikan secara gratis dan membantu anak-anak yang tidak mampu memperoleh pendidikan gratis maupun kostum yang akan dipakai,” lanjut Harti.
3. Jangan ada bayi lahir stunting

Menurut Bahasan, untuk mewujudkan generasi emas 2045 pemerintah pusat memberikan atensi terhadap angka stunting di setiap daerah. Maka dari itu, Bahasan memprioritaskan agar tak ada lagi stunting di Pontianak.
“Menjadi prioritas bagimana ibu hamil tidak boleh lagi melahirkan bayi stunting harus ada pendampingan hulu ke hilir dari awal pengantin hamil sampai punya anak 2 tahun, jangan ada melahirkan bayi stunting baru, cukup yang terkena stunting kita tangani dan kita ambil tindakan agar mereka terbebas dari stunting,” tukasnya.



















