Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Orang Tua Sulit Berhenti Khawatir setelah Anak Menikah? Ini Solusinya

Orang Tua Sulit Berhenti Khawatir setelah Anak Menikah? Ini Solusinya
ilustrasi orang tua di pernikahan anaknya
Share Article

Kasih sayang orang tua kepada anak tidak akan pernah berakhir, bahkan setelah anak menikah dan membangun keluarga sendiri. Rasa khawatir terhadap kehidupan rumah tangga anak merupakan hal yang wajar. Orang tua tentu berharap anaknya dapat menjalani pernikahan yang harmonis dan bahagia.

Namun, jika kekhawatiran itu berlebihan, kondisi tersebut justru dapat memengaruhi hubungan antara orang tua dan anak. Oleh karena itu, penting bagi pasangan yang sudah menikah untuk memberikan rasa tenang kepada orang tua tanpa harus mengorbankan privasi rumah tangga.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar orang tua tidak terus-menerus merasa khawatir terhadap kehidupan pernikahan anak.

1. Jangan menceritakan masalah rumah tangga pada orang tua

ilustrasi orang tua, lansia, pensiun
ilustrasi orang tua, lansia, pensiun (magnific.com/Drazen Zigic)

Setiap rumah tangga pasti menghadapi permasalahan, baik yang kecil maupun besar. Namun, tidak semua persoalan perlu diceritakan kepada orang tua.

Masalah yang bagi pasangan sudah selesai belum tentu hilang dari pikiran orang tua. Mereka bisa terus memikirkannya dan merasa cemas terhadap kondisi rumah tangga anak.

Karena itu, usahakan menyelesaikan persoalan bersama pasangan atau pihak yang memang berkaitan dengan masalah tersebut. Dengan begitu, orang tua tidak terbebani oleh persoalan yang sebenarnya sudah selesai.

2. Tunjukkan kebahagiaan berumah tangga di hadapan orangtua

sepasang kekasih yang saling menatap
ilustrasi sepasang kekasih yang saling menatap (pexels.com/Gustavo Fring)

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi kekhawatiran orang tua adalah menunjukkan bahwa kehidupan rumah tangga berjalan dengan baik.

Saat berkunjung atau menerima kunjungan orang tua, usahakan menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan. Tunjukkan sikap saling menghargai dan hindari berdebat di depan mereka.

Melihat keharmonisan secara langsung akan membuat orang tua merasa lebih tenang dan yakin bahwa anaknya hidup bahagia.

3. Tinggal terpisah dengan orang tua setelah menikah

seorang pasangan kekasih yang saling bersama
ilustrasi seorang pasangan kekasih yang saling bersama (pexels.com/Jonathan Borba)

Setelah menikah, pasangan suami istri idealnya mulai membangun kehidupan yang lebih mandiri, termasuk dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan rumah tangga.

Tinggal terpisah dari orang tua juga dapat menjadi pilihan agar pasangan memiliki ruang untuk beradaptasi dengan kehidupan baru. Pada masa awal pernikahan, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Dengan tinggal terpisah, orang tua tidak perlu menyaksikan proses penyesuaian tersebut yang bisa memicu kekhawatiran.

Selain itu, usahakan untuk tidak terlalu bergantung pada orang tua, baik dalam urusan keuangan maupun pengasuhan anak. Kemandirian akan membuat orang tua lebih percaya bahwa anaknya mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik.

4. Jangan megungkap kekurangan pasangan

ilustrasi berkenalan dengan calon kekasih pilihan orang tua (pexels.com/fauxels)
ilustrasi berkenalan dengan calon kekasih pilihan orang tua (pexels.com/fauxels)

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk pasangan dalam rumah tangga. Namun, bukan berarti semua kekurangan tersebut perlu diketahui oleh orang tua.

Menceritakan kelemahan pasangan justru dapat menimbulkan penilaian negatif dan membuat orang tua semakin khawatir terhadap masa depan pernikahan anak.

Jika ada masalah yang berkaitan dengan pasangan, sebaiknya diselesaikan bersama tanpa melibatkan orang tua, kecuali dalam kondisi yang memang membutuhkan bantuan atau perlindungan.

5. Jaga privasi rahasia keluarga

(Ilustrasi Pernikahan Restu Orang Tua) pixabay.com/TheArcangel911
(Ilustrasi Pernikahan Restu Orang Tua) pixabay.com/TheArcangel911

Setelah menikah, setiap pasangan memiliki kehidupan dan privasi yang perlu dijaga. Meski hubungan dengan orang tua tetap harus dekat, bukan berarti semua hal dalam rumah tangga harus diceritakan secara rinci.

Yakinkan orang tua bahwa pernikahan yang dijalani berjalan dengan baik tanpa harus membuka seluruh sisi kehidupan pribadi. Menjaga batasan yang sehat antara keluarga inti dan orang tua dapat menciptakan hubungan yang lebih harmonis bagi semua pihak.

Rasa khawatir orang tua merupakan bentuk kasih sayang yang tulus kepada anak. Namun, sebagai anak yang telah menikah, penting untuk membangun kepercayaan bahwa rumah tangga yang dijalani berada dalam kondisi baik.

Dengan menjaga komunikasi yang positif, hidup lebih mandiri, serta menghormati privasi rumah tangga, orang tua akan merasa lebih tenang tanpa harus terus-menerus mengkhawatirkan kehidupan pernikahan anak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Sri Gunawan Wibisono
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News Kalimantan Timur

See More

Jangan Nego sebelum Tahu Ini! 5 Cara Bisa Mengubah Hasil Kesepakatanmu

27 Jun 2026, 19:00 WIBNews