Ruppell’s Vulture, Burung yang Terbang Lebih Tinggi dari Pesawat

Ruppell’s vulture atau griffon Ruppell merupakan salah satu burung hering terbesar yang hidup di Afrika. Burung dari famili Accipitridae ini memiliki nama ilmiah Gyps rueppelli dan dikenal dengan kemampuan terbangnya yang luar biasa.
Burung ini memiliki panjang tubuh antara 85 hingga 103 sentimeter, berat 6,4 hingga 9 kilogram, serta bentang sayap mencapai 2,3 hingga 2,6 meter. Ruppell’s vulture mampu terbang dengan kecepatan hingga 35 kilometer per jam, dengan penampilan jantan dan betina yang hampir identik.
1. Wilayah penyebaran ruppell's vulture

Secara fisik, burung ini memiliki bulu berwarna cokelat gelap hingga hitam dengan bagian perut lebih pucat. Kepala dan lehernya ditutupi bulu tipis berwarna putih, sementara bagian kepala tidak berbulu sebagai bentuk adaptasi saat mengonsumsi bangkai.
Ruppell’s vulture tersebar luas di Afrika, mulai dari Senegal, Gambia, dan Mali di barat, hingga Sudan, Sudan Selatan, dan Ethiopia di timur. Burung ini juga banyak ditemukan di wilayah sabana Kenya, Tanzania, dan Mozambik.
2. Berspesialis memakan bangkai

Di habitat alaminya, burung ini biasanya bersarang di tebing-tebing pegunungan, namun juga kerap terlihat di padang rumput dan hutan saat mencari makan.
Sebagai pemakan bangkai, Ruppell’s vulture menghabiskan waktu berjam-jam terbang di ketinggian untuk mencari sumber makanan. Dengan penglihatan yang sangat tajam, mereka mampu mendeteksi bangkai dari jarak jauh.
3. Telah beradaptasi memakan bangkai

Menariknya, burung ini tidak hanya mengandalkan sisa mangsa predator seperti singa. Sebagian besar makanannya berasal dari hewan yang mati karena usia, penyakit, atau kegagalan kelahiran.
Kemampuan unik lainnya adalah daya tahan terhadap bakteri berbahaya. Ruppell’s vulture dapat mengonsumsi daging busuk yang mengandung bakteri seperti antraks, botulisme, hingga kolera. Hal ini dimungkinkan karena tingkat keasaman lambungnya yang sangat tinggi.
4. Bisa terbang mencapai ketinggian 10.973 meter di atas permukaan laut.

Burung ini juga dikenal sebagai salah satu penerbang tertinggi di dunia. Ruppell’s vulture tercatat mampu terbang hingga lebih dari 10.973 meter di atas permukaan laut, memungkinkan mereka tetap efisien di kondisi udara tipis.
5. Sistem perkawinan ruppell's vulture

Dalam hal reproduksi, Ruppell’s vulture bersifat monogami dan membentuk pasangan seumur hidup. Mereka biasanya berkembang biak dalam koloni besar yang dapat mencapai ratusan hingga ribuan pasangan.
Sarang dibangun di tebing, dan proses pengeraman berlangsung sekitar 55 hari secara bergantian antara jantan dan betina. Anak burung akan dirawat hingga berusia sekitar lima bulan sebelum mandiri.
Meski memiliki kemampuan luar biasa, Ruppell’s vulture kini masuk dalam kategori Critically Endangered atau terancam punah oleh IUCN. Populasinya diperkirakan hanya sekitar 22.000 ekor dewasa dan terus menurun.
Kondisi ini menjadi peringatan penting akan perlunya upaya konservasi serius untuk menjaga kelangsungan hidup salah satu burung paling tangguh di dunia tersebut.


















