Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Selalu Mepet Waktu? Ini 6 Cara agar Gak Lagi Jadi Tukang Ngaret
ilustrasi telat bangun sekolah (Pexels.com/Miriam Alonso)
  • Kebiasaan terlambat dapat merusak reputasi, memicu teguran atau sanksi, serta mengganggu kepercayaan, peluang kerja, kerja sama bisnis, dan hubungan sosial.
  • Perubahan perlu didorong motivasi pribadi dan kesadaran atas kerugian keterlambatan, dengan tujuan jelas seperti membangun karier, kehidupan mapan, atau membanggakan keluarga.
  • Langkah praktis mencakup memakai beberapa alarm tanpa snooze, memajukan jam, mencatat agenda, memeriksa persiapan, serta meminta pengingat orang terdekat tanpa bergantung terus-menerus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebiasaan datang terlambat atau sering disebut jam karet bisa berdampak buruk terhadap reputasi seseorang. Tidak hanya di lingkungan kerja dan sekolah, kebiasaan ini juga dapat mengganggu hubungan sosial.

Meski lingkungan sekitar terbiasa datang terlambat, bukan berarti kamu harus mengikuti kebiasaan tersebut. Disiplin waktu merupakan tanggung jawab pribadi yang perlu dibangun secara konsisten.

Jika ingin mengubah kebiasaan dan menjadi pribadi yang lebih tepat waktu, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Berikut enam cara efektif untuk menghilangkan kebiasaan jam karet.

1. Rasakan sendiri kerugian dari kebiasaan telat

ilustrasi seseorang telat berangkat kerja (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Langkah pertama untuk mengubah kebiasaan adalah menyadari konsekuensi yang ditimbulkan. Coba ingat berapa kali kamu mendapat teguran atasan karena datang terlambat atau menerima hukuman dari guru akibat masuk kelas tidak tepat waktu.

Dalam lingkungan kerja, kebiasaan terlambat bahkan bisa berujung pada pemotongan gaji hingga surat peringatan, tergantung kebijakan perusahaan.

Lebih dari itu, kebiasaan jam karet dapat membuat orang lain kehilangan kepercayaan. Kesempatan kerja, kerja sama bisnis, hingga hubungan profesional bisa terganggu jika kamu terus-menerus tidak menghargai waktu.

2. Jadikan motivasi untuk diri sendiri, bukan orang lain

ilustrasi seseorang sedang memberi semangat (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Keinginan berubah karena orang lain terkadang tidak bertahan lama. Karena itu, cobalah menemukan alasan pribadi yang bisa mendorongmu untuk lebih disiplin.

Misalnya, ingin membangun karier yang lebih baik, meraih kesuksesan, memiliki kehidupan yang mapan, atau membanggakan keluarga.

Dengan memiliki tujuan yang jelas, kamu akan lebih termotivasi untuk menghargai waktu dan meninggalkan kebiasaan terlambat.

3. Gunakan alarm berkali-kali dan jauh sebelum waktunya

ilustrasi jam weker (freepik.com/stockking)

Jika sering terlambat karena sulit bangun tidur, jangan hanya mengandalkan satu alarm. Cobalah memasang beberapa alarm dengan jeda waktu tertentu sebelum jadwal aktivitas dimulai.

Kamu juga bisa menggunakan perangkat berbeda, seperti alarm ponsel dan jam beker. Cara ini dapat membantu mengingatkanmu agar segera bangun dan mempersiapkan diri.

Namun, pastikan kamu tidak terus-menerus menekan tombol tunda atau snooze karena justru bisa membuat waktu persiapan semakin terbatas.

4. Atur jammu agar lebih cepat

Ilustrasi wanita membawa jam weker (freepik.com/pvproductions)

Trik sederhana lainnya adalah mengatur jam tangan, jam dinding, atau jam digital 30 menit lebih cepat dari waktu sebenarnya.

Cara ini dapat membantu menciptakan kesan bahwa waktu berjalan lebih cepat sehingga kamu terdorong menyelesaikan aktivitas lebih awal.

Meski tidak selalu berhasil untuk semua orang, trik tersebut bisa menjadi salah satu cara melatih kebiasaan tepat waktu.

5. Menulis jadwal penting

ilustrasi menyusun jadwal dan rencana prioritas harian di meja kerja (pexels.com/Cottonbro Studio)

Mencatat agenda harian juga penting untuk meningkatkan kedisiplinan. Tuliskan jadwal pekerjaan, pertemuan, atau kegiatan penting agar tidak ada agenda yang terlewat.

Biasakan memeriksa kembali jadwal setiap pagi atau malam sebelum beraktivitas. Dengan begitu, kamu bisa memperkirakan waktu persiapan, perjalanan, hingga kemungkinan hambatan yang muncul.

Perencanaan yang baik akan membantumu mengatur waktu dengan lebih teratur.

6. Minta bantuan orang lain

ilustrasi dibangunkan orangtua (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Jika berbagai cara sebelumnya belum berhasil, jangan ragu meminta bantuan orang terdekat. Kamu bisa meminta teman atau anggota keluarga untuk mengingatkan jadwal kegiatan atau membangunkanmu lebih awal.

Dukungan orang lain dapat membantu membangun kebiasaan disiplin, terutama jika kamu masih kesulitan mengatur waktu sendiri.

Namun, jangan terus bergantung pada orang lain. Jadikan pengingat tersebut sebagai bagian dari proses membangun tanggung jawab dan kedisiplinan pribadi.

Menghilangkan kebiasaan jam karet memang membutuhkan proses dan konsistensi. Karena itu, mulailah dengan langkah sederhana dan biasakan menghargai waktu, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Jangan sampai kebiasaan terlambat justru menghambat kesempatan dan kesuksesanmu di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article