Spesifikasi RS Khusus Stroke dan Jantung yang Dibangun di IKN

Penajam, IDN Times - Presiden Joko “Jokowi” Widodo sudah melakukan proses peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat atau RSUP di Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Rabu (20/12/2023). Lokasinya berada di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim).
RSUP ini merupakan rumah sakit pertama pemerintah yang akan dibangun di atas lahan seluas 1.859 hektare menuju sumbu barat Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN. Sebelumnya, pihak swasta sudah terlebih dahulu memulai pembangunan tiga rumah sakit pada bulan September dan November lalu.
Turut pula mendampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Pj Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, serta kurator pembangunan IKN Ridwan Kamil.
“Sudah mulai dibangun tiga rumah sakit swasta yang kita groundbreaking dua bulan dan tiga bulan yang lalu. Ada tiga rumah sakit, pertama Rumah Sakit Hermina, kedua Rumah Sakit Abdi Waluyo dan ketiga Rumah Sakit Mayapada. Dan hari ini kita groundbreaking lagi untuk RSUP yang akan dibangun oleh pemerintah,” ucap Jokowi kepada awak media di sela-sela kegiatan.
1. Warga Indonesia tidak lagi berobat ke luar negeri

Jokowi juga menyebutkan, sudah ada tiga rumah sakit swasta lainnya yang akan segera melakukan groundbreaking di IKN. Dengan jumlah tersebut, ia pun berharap rumah sakit di IKN akan dapat menjadi rujukan untuk pengobatan bagi masyarakat Indonesia.
“Keberadaan rumah RSUP itu, diharapkan tidak ada lagi warga Indonesia yang berobat ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Jepang atau bahkan Amerika karena di Indonesia telah dibangun rumah sakit yang mumpuni,” tegas Jokowi
Dikatakannya, RSUP di Nusantara yang akan dibangun dengan konsep gedung hijau atau green building tersebut memiliki konsentrasi pada pengobatan penyakit jantung dan stroke. Ia optimistis para pasien yang akan berobat ke RSUP dapat cepat pulih dengan bantuan medis serta dukungan dari kawasan hijau IKN.
“Kalau kita melihat kehijauan di sini, oksigennya banyak mestinya pikirannya senang, stroknya menjauh lah pikir saya, penyakit jantungnya juga menjauh karena suasananya di sini adalah suasana hijau,” tukas Jokowi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Jokowi menyatakan, pemerintah akan melakukan reforestasi dengan penanaman kembali pohon-pohon endemik di kawasan IKN. “Hari ini kita juga akan melakukan penghutanan kembali, reforestasi, melakukan penghijauan, penanaman pohon-pohon endemik,” sebutnya.
Agar kawasan di IKN ini menjadi sebuah kawasan yang sangat hijau, yang di negara manapun tidak dijumpai ibu kota yang sehijau Nusantara ini.
2. IKN dijadikan kawasan sangat hijau

Selain itu, Presiden Jokowi juga berkesempatan meninjau progres pembangunan Hotel Nusantara di IKN, ia menyatakan progres pembangunan hotel tersebut telah mencapai 34 persen dan optimistis dapat rampung serta digunakan pada Agustus 2024 depan.
“Kalau melihat seperti ini akan selesai kira-kira sebelum Agustus 2024,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk pembangunan sejumlah infrastruktur lainnya yang telah dilakukan groundbreaking, dinilai memiliki progres pembangunan yang sama dengan Hotel Nusantara.
“Ini saya kira yang lain-lain mestinya progresnya akan kurang lebih mirip-mirip seperti Hotel Nusantara ini,” imbuhnya.
3. Minat investor untuk berinvestasi bertambah

Pembangunan sejumlah proyek yang ada di IKN, menurutnya, pada saat ini menunjukkan semakin bertambahnya minat investor untuk berinvestasi di sana. Oleh karenanya, ia menyampaikan bahwa progres pembangunan setiap infrastruktur yang telah dilakukan groundbreaking harus terus dicek perkembangannya setiap bulan.
“Ini yang saya bilang setelah yang satu masuk, yang lain pasti berbondong-bondong, yang lain berbondong-bondong yang dibelakangnya akan berbondong-bondong lagi, dengan yang berbeda-beda ada hotel, ada mal, ada sport centre, ada rumah sakit, tapi memang progres setiap bulan harus dicek dilihat,” tuturnya.
Presiden juga menilai sangat baik melihat adanya investor asli Kaltim yang turut serta dalam pembangunan IKN. Bukan hanya dari Jawa, dari Jakarta, ada investor yang dari Balikpapan juga ikut memulai.
“Selama minat investor dalam negeri masih tinggi, pemerintah akan memprioritaskan investor dalam negeri, tapi sebetulnya investor dalam negeri pun sudah partneran dengan yang asing, satu dua saya tahu sudah partneran sama asing, saya kira sama saja,” tukasnya.
4. Diutamakan untuk penyakit stroke dan jantung

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, rumah sakit ini diutamakan untuk penyakit stroke dan jantung karena paling banyak menyerang warga Indonesia sehingga penanganannya harus cepat di bawah 4 jam setelah serangan.
Rumah Sakit Kemenkes RI ini merupakan rumah sakit tipe Kelas A dengan spesifikasi kemampuan 200 buah kamar, luas gedung 37. 500 m2 untuk melayani kasus stroke dan jantung.
Dengan nilai investasi Rp512 milyar dengan peralatan yang modern, sumber air menggunakan air hujan dan air daur ulang sebagai sanitari alternatif dengan pelayanan standar internasional.
5. Groundbreaking tiga kategori pembangunan

Sebelumnya, Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono mengatakan, groundbreaking tahap ketiga ini akan dilakukan untuk tiga kategori pembangunan, di antaranya pembangunan tiga proyek terkait sektor hijau, enam proyek yang mendukung ekosistem kawasan to work, to live, and to play, serta tiga proyek pembangunan gedung lembaga negara.
Lembaga negara yang siap dibagun, yaitu Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan BPJS Kesehatan. Pembangunan ketiga gedung tersebut pun tidak menggunakan APBN atau sifatnya investasi.
“Nilai investasinya sebesar Rp10 triliun dan kriteria yang ketiga ini green dan melengkapi ekosistem terutama di kawasan 1A yang nanti akan menjadi bagian dari sumbu kebangsaan, juga lembaga pemerintah negara, tidak pakai APBN, jadi sifatnya investasi juga. Jadi untuk tiga kategori ini di tahap ketiga nilainya Rp10 triliun,” pungkasnya.



















