Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Stand Bernuansa Melayu Milik Pontianak Jadi Favorit Pengunjung MTQ Kalbar
Stan Pontianak pada MTQ Kalbar. (IDN Times/istimewa).
  • Stand Kota Pontianak di MTQ ke-34 Kalbar, Kayong Utara, menarik pengunjung dengan desain gerbang bernuansa hijau-kuning, ornamen Melayu, dan sentuhan modern.
  • Pameran menampilkan produk UMKM Pontianak, mulai dari makanan, minuman, kuliner siap saji, tas tradisional, kain, busana, hingga suvenir sebagai promosi ekonomi kreatif.
  • Stand juga menjadi ruang interaksi bagi pengunjung untuk mengenal proses dan nilai budaya produk, sekaligus memperkuat promosi daerah, pelestarian Melayu, dan pemberdayaan UMKM lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kayong Utara, IDN Times - Stand Kota Pontianak menjadi salah satu yang menyita perhatian pengunjung pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), di Kabupaten Kayong Utara.

Tak sekadar menjadi pusat informasi kafilah, stand tersebut disulap menjadi etalase yang menampilkan beragam produk unggulan UMKM sekaligus memperkenalkan identitas budaya Melayu yang menjadi ciri khas Kota Pontianak.

Mengusung konsep bernuansa hijau dan kuning dengan ornamen Melayu serta desain menyerupai gerbang, stand Kota Pontianak tampil mencolok di kawasan arena MTQ.

1. Usung konsep budaya Melayu dan sentuhan modern

Pembukaan MTQ di Kalbar. (IDN Times/istimewa).

Perpaduan unsur budaya dan sentuhan modern membuat stand ini ramai dikunjungi masyarakat yang ingin melihat produk-produk unggulan dari ibu kota Kalimantan Barat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan kehadiran stand tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Pontianak memanfaatkan ajang MTQ sebagai sarana promosi daerah, tidak hanya dari sisi syiar Islam, tetapi juga pengembangan ekonomi kreatif.

“Melalui stand ini, kita ingin menunjukkan bahwa Pontianak memiliki UMKM yang terus berkembang, kreatif, dan mampu bersaing,” ujar Edi, Senin (3/8/2026).

2. Pamerkan produk UMKM Pontianak

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di stan MTQ. (IDN Times/istimewa).

Di dalam stand, pengunjung disuguhi beragam produk hasil karya pelaku UMKM, mulai dari makanan ringan kemasan, kue kering, aneka keripik, produk olahan pangan, minuman kemasan hingga kuliner siap saji.

Berbagai produk tersebut menjadi gambaran perkembangan sektor usaha mikro yang terus tumbuh di Kota Pontianak.

Tak hanya kuliner, stand juga menampilkan produk ekonomi kreatif berupa tas bermotif kain tradisional, tas anyaman, kain bercorak khas daerah, busana, hingga aneka suvenir yang mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Pontianak.

Keikutsertaan UMKM dalam ajang MTQ dinilai menjadi peluang strategis untuk memperluas promosi. Ribuan pengunjung dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat yang hadir selama pelaksanaan MTQ menjadi pasar potensial bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan kualitas produknya sekaligus membuka peluang kerja sama.

3. Stand Pontianak juga jadi ruang interaktif pengunjung

Gubernur Kalbar buka MTQ di Kayong Utara. (IDN Times/istimewa).

Konsep stand yang memadukan promosi ekonomi dengan nuansa budaya juga memperkuat citra Pontianak sebagai kota perdagangan dan jasa yang tetap menjaga akar budaya Melayu.

Setiap sudut stand dirancang agar pengunjung tidak hanya melihat produk yang dipamerkan, tetapi juga merasakan identitas daerah yang ingin ditampilkan.

Selain menjadi tempat pameran, stand Kota Pontianak juga menjadi ruang interaksi antara pengunjung dengan perwakilan daerah dan pelaku UMKM. Pengunjung dapat mengenal lebih dekat cerita di balik setiap produk, mulai dari proses pembuatan hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Melalui partisipasi pada MTQ ke-34 Kalbar, Pemerintah Kota Pontianak berharap promosi daerah tidak hanya dilakukan melalui penampilan kafilah, tetapi juga lewat karya nyata masyarakat.

“Kehadiran stand ini menjadi bukti bahwa syiar Al-Qur'an dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan UMKM lokal,” tukasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article