Samarinda, IDN Times - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud memastikan produksi dan penyaluran batu bara dari wilayah Kaltim berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik atau Domestic Market Obligation (DMO). Pasokan tersebut diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT PLN (Persero) di berbagai wilayah Indonesia.
Rudy mengatakan, batu bara yang diproduksi di Kaltim memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan PLN. Pasokannya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kalimantan, tetapi juga Sulawesi dan sejumlah daerah lainnya.
"Kita memastikan bahwa terkait batu bara ini tidak ada masalah. Kebetulan batu bara dari sini cocok untuk PLN dan dikontribusikan untuk DMO, tidak hanya bagi masyarakat Kalimantan, tetapi juga Sulawesi dan seluruh Indonesia," ujar Rudy saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kutai Timur dikutip dari Antara, Selasa (2/11/2026).
Kepastian pasokan batu bara tersebut menjadi salah satu agenda peninjauan Rudy selama dua hari, pada 1–2 November 2026. Dalam kunjungan itu, gubernur juga memeriksa kondisi infrastruktur jalan, kesiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, serta keberlangsungan pasokan batu bara dari PT Ganda Alam Makmur (GAM).