Truk fuso bermuatan hebel atau batako putih ambrol ke dalam saluran air hingga melintang di badan Jalan Radin Inten, Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)
Truk cab over hadir dengan sejumlah keunggulan yang sesuai dengan kebutuhan transportasi modern. Desainnya lebih ringkas, lebih mudah bermanuver, dan dapat memaksimalkan pemanfaatan dimensi kendaraan untuk kebutuhan angkutan.
Tidak mengherankan jika truk tanpa moncong kemudian semakin mendominasi jalanan Indonesia.
Meski semakin jarang digunakan, bukan berarti truk bermoncong tidak memiliki keunggulan. Desain kap mesin di depan kabin memiliki karakteristik tersendiri dan pada aplikasi tertentu dapat memberikan keuntungan, termasuk dari sisi aerodinamika.
Namun, kebutuhan transportasi di Indonesia membuat desain cab over dinilai lebih praktis untuk berbagai kondisi jalan dan kebutuhan angkutan.
Bagi pecinta otomotif, truk bermoncong kini lebih dari sekadar kendaraan angkut. Keberadaannya menjadi bagian dari sejarah perkembangan kendaraan niaga sekaligus ikon klasik yang pernah meramaikan jalanan Indonesia.
Jadi, jika suatu hari kamu melihat truk bermoncong melintas di jalan, jangan heran. Bisa jadi, kamu sedang melihat salah satu bagian dari nostalgia dunia otomotif yang kini semakin langka.