Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Viral Orangutan yang Masuk ke Musala Rupanya Terjadi di Kutim

Kota Balikpapan
Viral Orangutan yang Masuk ke Musala Rupanya Terjadi di Kutim
Tangkapan layar video orang utan masuk ke musala di dekat kawasan perusahaan di Kutim, Kaltim (dok. istimewa)
Share Article

Kutim, IDN Times - Beberapa waktu lalu sebuah video ramai di media sosial menjadi perbincangan oleh netizen, khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim). Di mana dalam video tersebut lagi-lagi memperlihatkan kehadiran satwa dilindungi, yakni orangutan tengah duduk di dalam sebuah musala bersama orang-orang yang diduga pekerja perusahaan.

Meski terlihat banyak orang di sana, orangutan yang cukup besar itu tampak tenang duduk di dekat jendela, sambil sesekali melihat sekelilingnya. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Ari Wibawanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut kemunculan orangutan itu terjadi di Desa Suka Rahmat Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim).

"Betul, orangutan itu datang dari area hutan yang dekat dengan musala yang berada di Desa Suka Rahmat pada Jumat lalu," terangnya saat dikonfirmasi, Minggu (25/12/2022).

  1. 1. BKSDA langsung evakuasi orangutan dari area perusahaan

    Ilustrasi/Tenaga medis memastikan kesehatan orangutan sebelum dilepasliarkan ke hutan (dok. Yayasan BOS)
    Ilustrasi/Tenaga medis memastikan kesehatan orangutan sebelum dilepasliarkan ke hutan (dok. Yayasan BOS)

    Ari mengatakan, dirinya sendiri mendapatkan informasi adanya orangutan tersebut dari pihak perusahaan yang ada di lokasi. Usai menerima laporan, tim dari BKSDA pun langsung menuju ke sana guna melakukan evakuasi terhadap orangutan berkelamin jantan tersebut.

    "Kemarin anggota sudah ke sana dan mengevakuasi orangutannya," ucapnya.

  2. 2. Diduga keluar untuk mencari betina atau makanan

    primata.ipb.ac.id/orang-utan-pongo-pygmaeus
    primata.ipb.ac.id/orang-utan-pongo-pygmaeus

    Sebagai informasi, Ari menerangkan, jika kawasan hutan yang berada dekat dengan perusahaan tersebut memang merupakan tempat tinggalnya. Secara alamiah, umumnya hewan dengan nama latin pongo pygmaeus ini akan kelayapan sendirian untuk mencari betina atau makanan.

    "Jadi dia tidak memiliki home range atau daerah jelajah. Kemungkinan karena sering berinteraksi dengan masyarakat di sana dan juga dikasih makan makanya dia tidak takut berada di situ," jelasnya.

  3. 3. BKSDA ingatkan masyarakat di sekitar lokasi tetap batasi interaksi dengan orangutan

    Ilustrasi/Individu Orangutan Hasil Rehabilitasi Dilepasliarkan Di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kalteng (dok. Yayasan BOS)
    Ilustrasi/Individu Orangutan Hasil Rehabilitasi Dilepasliarkan Di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kalteng (dok. Yayasan BOS)

    Maka itu, Ari meminta terhadap para pekerja perusahaan agar membatasi interaksi dengan satwa liar tersebut. Bukan tanpa sebab, hal ini agar tak menjadi kebiasaan orangutan berharap mendapatkan makanan secara gampang yang justru bisa mengancam keberadaan satwa tersebut.

    "Kami sudah wanti-wanti ke perusahaan untuk memperhatikan prinsip kesehatan satwa. Karena dari keterangan yang kami dapat orangutan sering masuk ke wilayah perusahaan," tuturnya. 

    Usai dievakuasi, orangutan tersebut langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan dan diperkirakan berusia 25 tahun. Setelahnya, orangutan kembali dilepas liarkan ke habitatnya yang jauh dari jangkauan manusia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More