Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Sementara itu, Kepala Program MBG Region Kalbar, Agus Kurniawi, menjelaskan bahwa menu MBG selama bulan Ramadan memang berbeda dengan hari biasa.
Menurutnya, sesuai SOP pelaksanaan MBG di bulan Ramadan, menu yang dibagikan berupa makanan kering seperti telur, buah, roti, kurma, atau makanan khas lokal lainnya.
“Menu Ramadan itu memang menu kering. Tidak dianjurkan menggunakan makanan yang cepat basi dan bercita rasa pedas,” terang Agus.
Dia menegaskan, menu tetap harus memenuhi kaidah gizi seimbang dan menerapkan SOP keamanan pangan, termasuk pengecekan masa kedaluwarsa serta izin produk seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Agus juga menekankan bahwa makanan kemasan pabrikan ultra-processed food (UPF) tidak dijadikan menu utama di SPPG.
“Yang kita hindari itu produk ultra-processed food yang dijadikan menu utama. Prinsipnya tetap gizi seimbang dan aman dikonsumsi saat berbuka,” ujarnya.
Untuk mekanisme distribusi, makanan dibagikan pada pagi hari dan dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Karena siswa berpuasa, maka pendistribusian dilakukan pagi hari agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka,” tukasnya.