Warga Harus Waspada, Kasus Positif COVID-19 di Kaltim Terus Meningkat

Samarinda, IDN Times - Kaltim tetap alami pertambahan positif virus corona atau COVID-19 pada 13 Agustus 2020. Meski demikian jumlah tersebut terendah dibandingkan peningkatan kasus dalam sembilan hari terakhir. Tapi bukan berarti virus corona berhenti bertambah.
“Ada 23 pertambahan kasus positif, dengan demikian jumlahnya menjadi 2.129 kasus akumulasi,” ujar Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim dalam rilis hariannya pada Kamis (13/8/2020) petang.
1. Sebagian besar kasus positif di Kaltim diikuti oleh ISPA

Puluhan kasus baru ini tersebar di empat kabupaten/kota. Terbanyak dari Samarinda dengan 13 kasus. Sepuluh orang tanpa gejala hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Samarinda. Seluruhnya isolasi mandiri. Dua lainnya memiliki gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dirawat di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Sedangkan satunya lagi juga ISPA. Pria 54 tahun, meninggal dunia pada 5 Agustus 2020 di RS SMC. Pemulasaran dan pemakaman sesuai protokol COVID-19.
Selanjutnya disusul Paser, terdapat 7 positif corona baru. Enam di antaranya tanpa gejala dengan lima kasus merupakan kontak erat kasus positif sebelumnya. Empat orang isolasi di Rumah Isolasi Eks RSUD Panglima Sebaya Paser. Satu orang isolasi mandiri. Sedangkan kasus lainnya dengan gejala ISPA, dirawat di RSUD Panglima Sebaya Paser. Kemudian, 2 kasus positif dari Berau juga bergejala ISPA. Dirawat di RSUD Abdul Rivai.
“Terakhir dari Kutai Barat dengan 1 kasus. Juga ISPA. Dirawat di RSUD Harapan Insan Sendawar,” sebutnya.
2. Kasus positif masih bisa bertambah, masih ada 3.152 sampel swab menanti diperiksa

Rupanya penambahan kasus positif corona diimbangi dengan 30 pasien sembuh. Samarinda terbanyak. Ada 17 pasien sembuh dari COVID-19, disusul Kutai Timur dengan 8 kasus, selanjutnya Paser 4 kasus dan Kutai Kartanegara 1 pasien positif. Dengan demikian jumlah pasien sembuh dari corona di Kaltim mencapai 1.411 dari 2.129 kasus akumulatif. Dengan 61 kasus meninggal dunia, menyisakan 657 orang dalam perawatan.
Menurut Andi, kasus positif corona memang alami penurunan. Namun demikian bukan berarti kondisi membaik. Peningkatan positif masih bisa saja terjadi. Mengingat saat ini, masih ada 3.152 antrean sampel swab menanti diperiksa.
"Bisa positif, juga negatif. Ini memerlukan waktu untuk proses pemeriksaan. Makin banyak diperiksa, makin cepat lab memeriksa, maka kecenderungan kasus akan meninggi," terangnya.
3. Disiplin protokol kesehatan jadi pilihan utama pangkas penyebaran COVID-19

Dia menambahkan, penambahan kasus positif COVID-19 di Kaltim belakangan dipicu oleh upaya satgas menemukan kasus secepat dan sebanyak-banyaknya. Di satu sisi, hal ini juga untuk menekan sebaran penularan COVID-19. Sisi lainnya, terlihat kasus alami lonjakan. Kendati begitu, waspada dan taat protokol kesehatan selalu jadi pilihan utama demi pangkas penyebaran COVID-19.
“Jangan lalai dengan protokol kesehatan,” pesannya kemudian menutup perbincangan.



















