Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Waspada! Satu Per Satu Petugas Medis di Kaltim Terjangkit COVID-19

Waspada! Satu Per Satu Petugas Medis di Kaltim Terjangkit COVID-19
Ilustrasi tenaga medis. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Share Article

Samarinda, IDN Times - Virus corona atau COVID-19 bisa menyerang siapa saja tanpa pandang status. Tak terkecuali petugas medis sebagai garda terdepan yang menangani wabah tersebut. Demikian dikatakan juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak.

“Dan memang tenaga kesehatan ini paling rentan karena mereka yang berhadapan langsung dengan wabah,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (30/7/2020) sore.

1. Satu per satu petugas medis di Kaltim terpapar COVID-19

Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim (IDN Times/Yuda Almerio)
Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim (IDN Times/Yuda Almerio)

Kasus petugas medis terpapar virus corona bukan kali pertama di Kaltim. Dari catatan IDN Times, kasus paling awal terjadi pada 14 Juli 2020 persisnya 15 hari lalu. Kala itu 19 tenaga medis dari RSUD Inche Abdoel Moeis terkonfirmasi corona, seluruh pelayanan di rumah sakit daerah itu tutup sementara. Lalu menyusul Paser pada 18 Juli 2020. Satu nakes dari klinik di Kecamatan Batu Sopang terkonfirmasi positif corona.

Lalu Samarinda tiga hari lalu persisnya 28 Juli 2020, sebanyak 6 nakes terpapar COVID-19, dua hari kemudian jumlahnya bertambah menjadi 21 orang. Teranyar pada Kamis sore ada 14 tenaga kesehatan (nakes) RSUD Beriman Balikpapan terkonfirmasi positif virus corona atau COVID-19. Akibatnya UGD RSUD Beriman ditutup sementara.

“Dengan kondisi ini screening harus cepat dilakukan sehingga penyebaran wabah bisa cepat dicegah,” tegasnya.

2. Dua hal yang menyebabkan petugas medis terpapar virus corona

Ilustrasi swab test. IDN Times/Debbie Sutrisno
Ilustrasi swab test. IDN Times/Debbie Sutrisno

Apabila petugas kesehatan sampai terpapar positif corona, kata Andi, hanya ada dua penyebab. Pasien tak jujur dalam memberikan keterangan mengenai riwayat penyakit, perjalanan kepada perawat dan dokter atau dari tenaga medisnya yang kurang cekatan menggali informasi. Jika keduanya lengkap, maka penanganan bisa cepat ditunaikan, dengan demikian bisa diketahui pasien ini terduga COVID-19 atau bukan.

“Dua hal ini bisa menjadi evaluasi secara umum,” katanya.

3. Ketat dan taat dengan protokol kesehatan jadi cara memutus penyebaran COVID-19

ilustrasi sampel tes COVID-19 (IDN Times/Debbie Sutrisno)
ilustrasi sampel tes COVID-19 (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Dia menambahkan, virus corona tak pernah pilih-pilih saat menjangkiti. Semua orang bisa terpapar. Itu sebabnya protokol kesehatan dalam kehidupan harian harus diterapkan. Jangan sampai abai padahal penerapannya tak sukar.

“Cukup cuci tangan, pakai masker dan hindari kerumunan,” pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Kalimantan Timur

See More

Bukan Cuma Fisik, Ini 5 Kunci Keintiman Emosional Bikin Cinta Makin Kuat

31 Mei 2026, 19:00 WIBNews