Dapur Umum untuk Korban Banjir di Kutai Timur

Bencana banjir melanda masyarakat Kutai Timur

Samarinda, IDN Times - Bencana banjir melanda Kalimantan Timur (Kaltim). Setelah sebelumnya banjir terjadi di Balikpapan, kini terjadi di Kutai Timur, tepatnya di Kecamatan Sangata Utara dan Selatan.

"Alhamdulillah, mulai kemarin dapur umum sudah didirikan Dinsos Kaltim dan Tagana Kutai Timur. Guna membantu warga yang terdampak banjir," ucap Kepala Dinsos Kaltim HM Agus Hari Kesuma dalam akun Instagram Pemprov Kaltim, Ahad 20 Maret 2022.

1. Dinsos Kaltim sigap membantu korban

Untuk itu, Pemprov Kaltim melalui Dinas Sosial sigap membantu korban yang terdampak dengan membuka dapur umum sejak awal banjir besar melanda daerah kaya emas hitam itu.

Agus menjelaskan dari musibah yang melanda Kecamatan Sangata Utara dan Sangata Selatan. Mengakibatkan ribuan kepala keluarga harus dievakuasi sebab rumah mereka terendam banjir.

Baca Juga: Fakta Menarik yang Wajib Diketahui tentang Kutai Timur

2. Ribuan warga Kutai Timur terdampak banjir

Dapur Umum untuk Korban Banjir di Kutai TimurTNI AL saat mengevakuasi korban banjir di Sangatta Selatan, Kutai Timur (istimewa)

Dari data yang dihimpun, sejak 19 Maret 2022 pukul 22.37 Wita, warga terdampak banjir di Sangata Utara 15.504 jiwa dari 3.937 KK. Sedangkan Sangata Selatan, korban terdampak 1.392 jiwa dari 1.308 KK.

"Data yang masuk sementara demikian. Sedangkan, ketinggian air atau tinggi muka air (TMA) kisaran 50-150 cm. Banjir besar terjadi sejak Sabtu 19 Maret 2022, pukul 05.00 Wita. Disebabkan curah hujan yang tinggi dan air laut meluap," jelasnya.

Agus menegaskan Pemprov Kaltim melalui Dinsos maupun pihak terkait terus memonitor dan membantu masyarakat yang terdampak, hingga kondisi normal dan air surut. 

3. Kondisi banjir di Kutai Timur

Banjir setinggi kurang lebih 2 meter menerjang pemukiman penduduk di Sangata, Kutai Timur pada, Sabtu (19/3/2022). 

Atas kejadian tersebut, ratusan warga pun dievakuasi menuju titik-titik posko pengungsian yang telah disediakan. Bahkan disebutkan peristiwa banjir kali ini merupakan yang terparah sejak 10 tahun terakhir.

Salah satu kawasan yang terkena imbas paling parah yaitu di Kecamatan Sangata Selatan, tepatnya di Dusun Gunung Teknik, Masabang Ulu Desa Sangata Selatan. 

Diperkirakan debit air masih terus naik, mengingat tinggi air ada yang sudah sampai atap rumah warga.

“Masih tinggi. Di sini saja ketinggian airnya ada 1,5 meter lebih,” ujar Komandan Posal (Danposal) Muara Sangata Pelda Sba Nur Rofik, saat dihubungi IDN Times sore kejadian. 

Ancaman kepada warga bukan hanya soal ketinggian air tetapi juga kedatangan buaya muara yang terkenal buas. 

Baca Juga: Dilanda Hujan Deras Seharian, Sangata Terendam hingga Waspada Buaya

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya