Microwave Cepat Rusak? Begini Cara Merawatnya dengan Benar

Microwave menjadi salah satu peralatan elektronik yang hampir selalu ada di dapur rumah tangga modern. Alat ini dinilai praktis karena mampu menghangatkan hingga memasak makanan sederhana dalam waktu singkat dengan memanfaatkan gelombang mikro yang memanaskan makanan dari dalam.
Kecepatan dan kemudahan penggunaan membuat microwave menjadi pilihan masyarakat dengan mobilitas tinggi. Meski demikian, perawatan yang tepat tetap diperlukan agar microwave awet, berfungsi optimal, dan aman digunakan. Berikut sejumlah tips mudah merawat microwave yang bisa diterapkan di rumah.
1. Bersihkan microwave secara teratur

Membersihkan microwave secara berkala merupakan langkah penting dalam perawatannya. Sisa makanan dan minyak yang menempel di bagian dalam dapat menimbulkan bau tidak sedap, bahkan berisiko memicu kebakaran jika dibiarkan terlalu lama.
Usai digunakan, sebaiknya segera bersihkan bagian dalam dan luar microwave. Gunakan cairan pembersih yang aman dan lap tumpahan makanan sesegera mungkin agar noda tidak mengeras dan sulit dibersihkan.
2. Pilih alat pembersih yang tepat

Saat membersihkan microwave, pilih alat pembersih yang lembut seperti spons halus atau kain mikrofiber. Kedua bahan ini aman digunakan karena tidak merusak permukaan enamel atau keramik di dalam microwave.
Hindari penggunaan sikat kasar dan bahan abrasif yang dapat menyebabkan goresan. Gunakan sabun cuci piring ringan atau cairan pembersih khusus microwave, lalu bilas hingga bersih agar tidak meninggalkan residu berbahaya.
3. Pastikan microwave dipasang dengan benar

Pastikan microwave terpasang dengan benar dan terhubung ke sumber listrik yang stabil. Meski sebagian besar microwave tidak dilengkapi pengatur suhu manual, pengguna disarankan menyesuaikan waktu pemanasan sesuai petunjuk penggunaan masing-masing produk.
Pengaturan waktu yang tepat akan membantu makanan matang secara merata sekaligus mencegah kerusakan pada perangkat.
4. Ketahui apa yang aman untuk dimasukkan ke dalam microwave

Tidak semua bahan aman dipanaskan di dalam microwave. Bahan bersifat asam seperti cuka, jeruk, lemon, atau tomat dapat menghasilkan uap asam yang berpotensi merusak bagian dalam microwave dan menimbulkan bau menyengat.
Selain itu, bahan berlemak seperti minyak dan mentega juga sebaiknya dihindari karena dapat memicu percikan dan meningkatkan risiko kebakaran.
5. Hindari kelebihan beban

Memasukkan makanan terlalu banyak atau terlalu besar dapat menyebabkan microwave bekerja terlalu keras, bahkan berisiko tumpah atau terlalu panas. Perbedaan suhu ekstrem pada makanan juga sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi kinerja perangkat.
Jika terjadi kerusakan atau gangguan, segera hubungi layanan perbaikan resmi agar masalah dapat ditangani secara aman.
6. Jangan pernah menjalankan microwave dalam keadaan kosong

Menjalankan microwave tanpa makanan atau cairan di dalamnya dapat menyebabkan panas berlebih dan merusak komponen internal. Microwave dirancang untuk bekerja dengan beban, sehingga pastikan selalu ada makanan atau minuman saat digunakan.
Dengan perawatan yang tepat dan penggunaan yang bijak, microwave tidak hanya lebih awet, tetapi juga tetap aman dan nyaman digunakan. Luangkan sedikit waktu untuk merawat perangkat ini agar tetap menjadi andalan di dapur rumah tangga.


















