Mental Mudah Lelah? 6 Cara Melatih Self-Compassion agar Lebih Tangguh

Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa bersikap keras pada diri sendiri adalah kunci untuk menjadi kuat. Sejak kecil, kita diajarkan untuk tidak mengeluh, tidak terlihat lemah, dan terus menuntut diri agar selalu lebih baik. Namun, secara psikologis, sikap ini justru kerap membuat mental semakin rapuh. Ketika kesalahan terjadi atau hidup tak berjalan sesuai harapan, suara di dalam kepala sering kali menjadi sumber tekanan terbesar.
Self-compassion atau welas asih terhadap diri sendiri bukan berarti memanjakan diri atau menyerah pada keadaan. Konsep ini merujuk pada kemampuan memperlakukan diri dengan pengertian, kehangatan, dan penerimaan saat menghadapi kegagalan, luka, maupun keterbatasan. Jika dilatih secara konsisten, self-compassion dapat menguatkan mental secara perlahan. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, perubahan ini mulai terasa dalam cara seseorang memandang diri dan menghadapi tantangan hidup.
Berikut enam cara melatih welas asih terhadap diri sendiri untuk membantu menguatkan mental dalam sebulan.
1. Berbicara pada diri sendiri dengan nada yang lebih lembut

Banyak orang tidak menyadari betapa kerasnya cara mereka berbicara pada diri sendiri. Kalimat seperti “aku selalu gagal”, “aku tidak cukup baik”, atau “seharusnya aku bisa lebih” terdengar sepele, padahal secara psikologis sangat melemahkan.
Dengan melatih dialog batin yang lebih lembut dan realistis, seseorang dapat membangun rasa aman secara emosional. Dalam satu bulan, perubahan ini membuat pikiran tidak lagi menjadi sumber tekanan, melainkan tempat yang lebih aman saat merasa lelah atau kecewa.
2. Mengakui perasaan tanpa menghakimi

Self-compassion berawal dari keberanian untuk mengakui apa yang dirasakan. Banyak orang terbiasa menolak emosi dengan mengatakan, “aku tidak boleh sedih” atau “aku harus kuat”. Penolakan ini justru membuat emosi bertahan lebih lama dan terasa lebih berat.
Dengan mengakui perasaan secara jujur tanpa menghakimi, seperti mengatakan “aku sedang lelah” atau “aku sedang kecewa”, emosi diberi ruang untuk diproses. Dalam 30 hari, kebiasaan ini membantu emosi mengalir lebih sehat tanpa harus dipendam.
3. Menghentikan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain

Membandingkan diri dengan orang lain sering kali membuat seseorang lupa pada konteks hidupnya sendiri. Pencapaian orang lain terlihat tanpa mengetahui proses, perjuangan, dan luka di baliknya. Secara psikologis, kebiasaan ini mengikis welas asih terhadap diri sendiri.
Dengan sadar menghentikan perbandingan dan kembali fokus pada perjalanan pribadi, hubungan dengan diri sendiri menjadi lebih adil. Dalam satu bulan, tekanan mental berkurang karena hidup orang lain tidak lagi dijadikan standar hidup pribadi.
4. Memberi diri sendiri izin untuk beristirahat

Banyak orang merasa bersalah ketika beristirahat. Padahal, kelelahan mental sering muncul karena tubuh dan pikiran dipaksa terus berjalan tanpa jeda. Self-compassion mengajarkan bahwa istirahat bukan tanda kemalasan, melainkan kebutuhan dasar manusia.
Dengan memberi diri sendiri izin untuk berhenti sejenak, kesehatan mental dirawat secara nyata. Dalam 30 hari, tubuh dan pikiran menjadi lebih seimbang, sehingga lebih siap menghadapi tekanan hidup.
5. Menerima ketidaksempurnaan sebagai bagian dari manusia

Perfeksionisme kerap disalahartikan sebagai motivasi, padahal sering menjadi sumber tekanan batin. Standar yang terlalu tinggi membuat kesalahan kecil terasa seperti kegagalan besar dan sulit menghargai proses.
Melatih self-compassion berarti menerima bahwa ketidaksempurnaan adalah bagian dari menjadi manusia. Dalam satu bulan, sikap ini membantu mengurangi rasa bersalah berlebihan dan membuat mental lebih tangguh menghadapi kegagalan.
6. Mengingat bahwa kamu tidak sendiri dalam perjuangan

Saat menghadapi kesulitan, banyak orang merasa seolah hanya dirinya yang gagal atau menderita. Padahal, rasa sakit dan kelelahan adalah pengalaman manusia yang universal.
Dengan menyadari bahwa orang lain juga berjuang dengan caranya masing-masing, rasa isolasi emosional dapat berkurang. Dalam 30 hari, kesadaran ini membantu memperkuat mental karena seseorang tidak lagi merasa sendirian menghadapi hidup.
Melatih self-compassion bukan tentang menjadi lemah, melainkan tentang keberanian untuk bersikap manusiawi pada diri sendiri. Dalam satu bulan, enam langkah sederhana ini dapat bekerja secara perlahan menguatkan mental, menenangkan pikiran, dan membangun ketahanan emosional dari dalam. Ketika seseorang belajar memperlakukan diri dengan welas asih, ia tidak hanya bertahan, tetapi mulai menjalani hidup dengan lebih utuh.


















