Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Pelajaran Hidup yang Harus Kita Ketahui sebelum Terlambat

ilustrasi  gambar penyesalan (pexels.com/SHVETS production)
ilustrasi gambar penyesalan (pexels.com/SHVETS production)

Samarinda, IDN Times - Di tengah keterbatasan waktu dan ruang, hidup ini sangat luas dan penuh dengan hal-hal yang sering kita lewatkan. Terlalu sering kita sibuk dengan hal-hal sepele, padahal ada banyak pelajaran hidup yang seharusnya kita sadari lebih awal. Berikut ini adalah beberapa pelajaran penting yang patut kita renungkan sebelum terlambat.

1. Hidup tidaklah lama

ilustrasi wanita sedang berayunan (pexels.com/pixabay)
ilustrasi wanita sedang berayunan (pexels.com/pixabay)

Ingatlah kembali masa kecil kita yang terasa baru kemarin berlalu, dan sekarang tiba-tiba kita sudah dewasa. Hidup kita berjalan begitu cepat. Jika rata-rata usia manusia 60 tahun dan tidur 8 jam sehari, maka kita hanya memiliki waktu efektif 40 tahun.

Dari waktu tersebut, hanya sekitar 20 tahun yang benar-benar produktif. Sering kali, waktu kita habis untuk hal-hal tidak penting. Pertanyaan besar yang perlu kita tanyakan adalah: apakah kita sudah memanfaatkan waktu tersebut sebaik-baiknya?

2. Semua yang ada di dunia ini hanyalah sementara

ilustrasi mobil terbengkalai (pexels.com/Khoa Võ)
ilustrasi mobil terbengkalai (pexels.com/Khoa Võ)

Semua yang ada di dunia ini bersifat sementara, termasuk kesedihan dan kebahagiaan. Ketika sedih, sadari bahwa itu akan berlalu. Ketika bahagia, ingatlah bahwa itu juga sementara. Jangan terlalu larut dalam emosi-baik itu senang maupun sedih.

Setiap kesulitan ada akhirnya, begitu pula setiap pertemuan akan berujung pada perpisahan. Inilah yang membuat kita harus berpikir positif dan bersikap bijaksana.

3. Keluarga jauh lebih berharga daripada teman

ilustrasi bersama keluarga (pexels.com/Anastasiya Gepp)
ilustrasi bersama keluarga (pexels.com/Anastasiya Gepp)

Sepanjang perjalanan hidup, kita bertemu banyak teman yang akhirnya berpisah. Namun, di akhir hari, keluarga adalah tempat yang selalu ada untuk kita. Meski terkadang kita merasa orang tua kurang memahami, merekalah yang paling tulus mendukung dan berkorban untuk kita. Selama mereka masih ada, jangan sia-siakan kesempatan untuk mencintai dan menghargai mereka.

4. Pengorbanan pasti manis

ilustrasi pekerja yang sedang istirahat (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi pekerja yang sedang istirahat (pexels.com/Pixabay)

Setiap tahap kehidupan menyimpan penyesalan—entah itu karena tidak menabung, tidak belajar lebih giat, atau tidak mendengarkan nasihat orang tua. Setelah dewasa, barulah kita menyadari pentingnya semua itu. Jangan tunggu terlambat. Mulailah berkorban untuk masa depan yang lebih cerah, karena tidak ada kata terlambat untuk berubah.

5. Jangan mengorbankan kesehatan

ilustrasi orang sedang menolong (pexels.com/Arina Krasnikova)
ilustrasi orang sedang menolong (pexels.com/Arina Krasnikova)

Kesehatan adalah harta terbesar kita. Jangan korbankan kesehatan hanya demi mengejar materi. Uang tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak bisa menikmatinya karena sakit. Syukuri kesehatan yang kita miliki dan jaga diri dengan baik.

6. Terlalu takut dan berhenti untuk mencoba

ilustrasi orang sedang panjat tebing (pexels.com/Анна Рыжкова)
ilustrasi orang sedang panjat tebing (pexels.com/Анна Рыжкова)

Sering kali, peluang di sekitar kita terlewatkan karena rasa takut akan risiko. Padahal, banyak orang sukses yang melalui kegagalan di awal perjalanan mereka. Mereka tidak menyerah dan berani melawan rasa takut hingga akhirnya meraih kesuksesan. Jangan ragu untuk mencoba dan hadapi risiko dengan berani.

7. Sesuatu tidak seindah yang kita kira

ilustrasi orang sedang kecewa (pexel.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi orang sedang kecewa (pexel.com/Andrea Piacquadio)

Saat kecil, kita sering menginginkan sesuatu hanya karena melihat teman memilikinya. Namun, setelah memiliki, ternyata tidak selalu seindah yang dibayangkan. Belajarlah mengelola keinginan dan mensyukuri apa yang sudah ada, karena apa yang kita inginkan belum tentu membawa kebahagiaan.

8. Di balik malam pasti datang pagi

ilustrasi bunga dan matahari (pexels.com/Vraj Shah)
ilustrasi bunga dan matahari (pexels.com/Vraj Shah)

Tidak peduli seberapa berat hidup yang kita hadapi saat ini, tetaplah berpikir positif dan nikmati prosesnya. Setiap usaha akan membuahkan hasil, dan setiap langkah yang kita ambil akan membawa kita lebih dekat ke tujuan. Teruslah berjuang dan yakin bahwa jalan keluar akan selalu ada.

9. Marah dan balas dendam tidak menguntungkan

ilustrasi 2 wanita saling tidak bertatap wajah (pexels.com/Liza Summer)
ilustrasi 2 wanita saling tidak bertatap wajah (pexels.com/Liza Summer)

Ketika seseorang berbuat salah atau menyakiti kita, wajar jika muncul rasa marah atau keinginan untuk membalas. Namun, menyimpan kemarahan hanya akan mengganggu pikiran kita sendiri. Belajarlah memaafkan, karena kedamaian batin lebih berharga daripada balas dendam.

10. Dunia ini luas

ilustrasi gedung tinggi di perkotaan (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi gedung tinggi di perkotaan (pexels.com/Pixabay)

Ada pepatah yang mengatakan, “Merantaulah, maka kamu akan melihat sesuatu yang baru.” Dunia ini sangat luas, dan masih banyak pengalaman baru yang menanti kita di luar sana. Agendakan untuk berkunjung ke tempat-tempat yang belum pernah kita datangi. Pengalaman baru akan memperkaya hidup kita dan memberi perspektif yang lebih luas.

Inilah sepuluh pelajaran hidup yang sering kali terlambat kita sadari. Selagi kita masih muda dan memiliki tubuh yang sehat, jangan sia-siakan waktu yang tersisa. Pelajari dan hargai setiap pelajaran ini untuk kehidupan yang lebih bermakna. Tetaplah semangat dan teruslah bertumbuh!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us