Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Buntut Tewasnya Pria di Ketapang, Kapolda Kalbar Copot 5 Anggota

Buntut Tewasnya Pria di Ketapang, Kapolda Kalbar Copot 5 Anggota
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto. (IDN Times/Istimewa).
Share Article

Pontianak, IDN Times - Seorang pria berinsial RF di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) diketahui tewas usai dibawa oleh polisi. Menyikapi hal ini, Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto mencopot lima anggota kepolisian setempat.

Kelima anggota yang dicopot itu diduga melakukan penganiayaan terhadap terduga pelaku pencurian yang membuatnya tewas. Saat diantar ke rumah keluarga korban, polisi mengatakan bahwa RF meninggal karena sesak napas.

“Kelimanya, berdasarkan surat telegram yang keluar, dipindahkan ke Yanma Polda Kalbar,” kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Raden Petit Wijaya, Minggu (28/1/2024).

1. Kapolda copot jabatan kasat reskrim hingga kapolsek

Kapolda Kalbar, Irejen Pol Pipit Rismanto. (IDN Times/Istimewa).
Kapolda Kalbar, Irejen Pol Pipit Rismanto. (IDN Times/Istimewa).

Petit mengatakan, kelima anggota tersebut adalah Kasat Reskrim Polres Ketapang, Kapolsek Benua Kayong, Kanit Reskrim Polsek Benua Kayong dan dua anggota penyidik lainnya. Pencopotan jabatan ini, kata Petit untuk kepentingan memudahkan proses penyelidikan perkara tersebut.

“Kapolda Kalbar sudah menegaskan dan memastikan memastikan semua anggota yang terkait dalam peristiwa tersebut dilakukan penindakan, baik secara pidana maupun kode etik,” ungkapnya.

2. Korban merupakan terduga pelaku pencurian

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Raden Petit Wijaya. (IDN Times/Istimewa).
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Raden Petit Wijaya. (IDN Times/Istimewa).

Sementara itu, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan bahwa betul RF merupakan terduga pelaku pencurian yang diamankan petugas. Namun dalam prosesnya terjadi tindakan kontraproduktif yang dilakukan dua orang anggota dan seorang informan.

Pipit memastikan, atas peristiwa tersebut Polda Kalbar berkomitmen untuk semua diproses secara tegas, obyektif dan transparan.

“Semuanya dimintai pertanggungjawaban baik pidana maupun kode etik profesi,” kata Pipit.

3. Kronologi kejadian tewasnya RF

Ada luka dan bekas jahit di kaki korban RF. (IDN Times/Istimewa).
Ada luka dan bekas jahit di kaki korban RF. (IDN Times/Istimewa).

Sebelumnya, RF dijemput polisi pada Rabu (24/1/2024), di rumahnya. RF dijemput polisi karena diduga merupakan pelaku pencurian dan hendak diperiksa.

Namun pada Kamis (25/1/2024), korban dikembalikan ke rumah oleh polisi dalam keadaan meninggal dunia. Polisi mengatakan korban meninggal saat dirawat di rumah sakit, karena sesak napas atau asma.

Paman RF, Marjuki tak percaya keponakannya meninggal karena sesak napas. Marjuki menduga, RF dianiaya pihak kepolisian karena dipaksa mengaku atas sebuah tuduhan kejahatan.

“Tentu kami tidak percaya, karena tidak ada riwayat penyakit itu. Pada malam itu juga dia masih sehat tidak ada penyakit apa pun,” sebut Marjuki.

Kecurigaan keluarga semakin besar ketika melihat jenazah RF. Di sekujur tubuhnya bangkak, terdapat bekas luka lebam dan luka baru seperti bekas jahitan. Kemudian kening kanan atas korban luka menganga, disertai lebam, dan juga lengan kirinya terdapat luka lebam membiru.

Pihak keluarga akan menindak ke jalur hukum dan meminta polisi menyelidiki penyebab meninggalnya RF. Polda Kalbar juga telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan atas kasus ini.

“Meninggalnya di rumah sakit, kita masih menunggu hasil laporan dari dokternya juga akibat dari meninggalnya RF,” tukasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tri Purnawati
EditorTri Purnawati

Latest News Kalimantan Timur

See More

Sering Merasa Hidup Makin Rumit? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

13 Jun 2026, 03:00 WIBNews