Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Akademisi Kritisi Peluncuran Pilkada Mewah di Banjarmasin
Konser Budi Doremi di Banjarmasin

Banjarmasin, IDN Times - Akademisi Universitas Islam Kalimantan mengkritisi peluncuran pemilihan kepala daerah (pilkada) Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dianggap membuang-buang anggaran. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banjarmasin meluncurkan pilkada setempat pada Sabtu 8 Juni 2024 dengan mengundang sejumlah artis dari Jakarta.

Sosialisasi pilkada di Banjarmasin ini dilaksanakan di Balai Kota Banjarmasin.

1. Mengundang artis ibu kota buang-buang anggaran

Dr Shaddiq

Dosen Fisip Universitas Islam Kalimantan Dr MS Shiddiq menilai pelaksanaan peluncuran pilkada ini terkesan berlebihan. Menurutnya, masih banyak cara mencuri perhatian masyarakat tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal. 

Seperti diketahui, KPUD Banjarmasin menghadirkan Budi Doremi dan sejumlah artis lokal. Pelantun tembang "Melukis Senja" ini memang mampu menarik perhatian ribuan masyarakat guna memadati Balaikota Banjarmasin. 

“Saya rasa tidak patut KPU mengundang artis ibu kota, masih banyak kegiatan lainnya yang mungkin lebih bermanfaat, misalnya seperti mengangkat kebudayaan dan tradisional banjar,” ucapnya.

“Mengundang artis dipastikan memerlukan biaya yang mahal," katanya.

2. Banyak pemilih belum cerdas

Ilustrasi Pemilu. (Dok: istimewa)

Menurut Shiddiq, Banjarmasin adalah kota besar, namun berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya, masih banyak pemilih yang belum cerdas dalam berpolitik.

Oleh karena itu, diperlukan pendidikan untuk menjadi pemilih yang berkualitas. Jika pemilih sudah cerdas, maka hal ini akan berdampak pada kualitas calon yang dipilih.

Dengan demikian, pemimpin yang terpilih akan sesuai dengan harapan, yakni pemimpin yang berkualitas.

“Kita perlu pemilih yang cerdas dalam berpolitik, ini yang seharusnya digaungkan. Dengan demikian, ke depannya kita akan mendapatkan pemimpin yang berkualitas,” tuturnya.

3. Eks Ketua KPU Banjarmasin angkat bicara

Sedangkan, Mantan Ketua KPU Kota Banjarmasin Bambang bisa memaklumi program sosialisasi pilkada dikemas dengan acara hiburan konser artis. Ini merupakan salah satu strategi untuk menarik massa dan memperkenalkan masyarakat tentang persiapan Pilwali yang dilaksanakan pada November 2024. 

Hal tersebut sah-sah saja selama memenuhi prosedur dan sudah dianggarkan dengan kesepakatan bersama.

"Bila dibandingkan dengan masa jabatannya dulu, hibah pemerintah kota untuk KPU masih jauh lebih kecil. Dulu, pihaknya mendapat hibah sekitar Rp20 miliar lebih, yang digunakan untuk sosialisasi pemilu, seperti mengundang masyarakat, pelajar, dan karyawan swasta maupun negeri," ujarnya, Selasa (11/6/2024).

"Kalau ada anggarannya dan tujuannya untuk sosialisasi, itu ya positif saja," tambah Bambang.

4. Artis ibu kota untuk hibur masyarakat

Sementara itu, Ketua KPUD Kota Banjarmasin Rusnaillah mengatakan, kehadiran artis ibu kota dalam peluncuran pilwali mendatang bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap pesta demokrasi.

"Konser ini diselingi dengan pendidikan politik dan sosialisasi pemilu," ujarnya. 

Mengapa mengundang artis ibu kota? Rusnaillah menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan keinginan pribadi, tetapi hasil rapat bersama Pemerintah Kota dan DPRD Kota Banjarmasin.

Selain itu, peluncuran pesta demokrasi yang menghadirkan konser dengan artis ibu kota juga dilakukan di berbagai daerah di Kalsel, seperti Banjarbaru, Kotabaru, dan Hulu Sungai Tengah.

"Tujuan kami mengadakan konser dengan mengundang artis ibu kota adalah agar pesta demokrasi diketahui banyak masyarakat. Ini juga dilaksanakan oleh daerah lain dan bahkan tingkat nasional," tambahnya.

Saat ditanya mengenai anggaran, Rusnaillah mengarahkan agar bertanya langsung kepada sekretaris KPU Kota Banjarmasin.

Editorial Team

Related Article