Balikpapan, IDN Times - Pada hari Rabu, 29 Desember 2021, suasana malam di Desa Pemangkih Baru, dekat Banjarmasin Selatan di Kalimantan Selatan (Kalsel) terasa sunyi. Waktu di mana orang-orang masih tertidur lelap. Tetapi tidak dengan Sarijan (60).
Ia terbangun untuk menunaikan Salat Tahajud.
Masih dalam posisi salat, tiba-tiba saja suara letupan senjata api menggelegar, memecah keheningan. Juma, istri Sarijan terkesiap. Dalam keadaan setengah sadar, ia kembali terkejut ketika segerombolan pria mengenakan pakaian sipil mendobrak masuk ke kediamannya.
Sekitar 8 orang di sana. Beberapa dari mereka masuk dan langsung melangkahkan kakinya menuju Sarijan yang masih dalam salatnya. Tiba-tiba orang-orang itu melayangkan pukulan ke Sarijan.
Bertubi-tubi bogem dan tendangan menerjang tubuh Sarijan hingga meringsut di lantai. Pukulan itu berhenti ketika Sarijan sudah dalam keadaan tak berdaya.
Juma tak bisa berbuat apa pun. Dirinya sempat bereaksi, ketika suaminya yang nampak sudah tak sadarkan diri itu diseret keluar. Saat ditanya hendak dibawa ke rumah sakit mana suaminya, orang-orang itu yang diduga adalah polisi, hanya menjawab seadanya.
"Tidak perlu tau," jawab salah seorangnya.
