Pemkot Banjarmasin Soroti 2 SKPD yang Gagal Pencapaian PAD

Banjarmasin, IDN Times - Pemerintah Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan catatan khusus kepada dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang gagal mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2024.
Dua SKPD tersebut adalah Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3).
1. Mayoritas SKPD di Kalsel sukses pencapaian PAD

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, Belanja Daerah, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, mengungkapkan bahwa capaian PAD kedua SKPD tersebut hingga Oktober 2024 masih di bawah 40 persen.
Ini jauh dari target yang seharusnya dicapai pada periode ini, yang idealnya berada di atas 60 persen.
"Sebagian besar SKPD di jajaran Pemkot Banjarmasin sudah mencapai lebih dari 65 persen target PAD per Oktober 2024. Namun, ada dua SKPD yang capaian PAD-nya masih jauh dari harapan, dan mereka diminta untuk terus meningkatkan pencapaian dalam waktu yang tersisa," ujar Edy, Jumat (18/10/2024).
2. Ini alasan mengapa PAD lepas target

Edy menambahkan bahwa capaian Disbudporapar baru mencapai Rp58 juta dari target Rp200 juta, atau sekitar 29 persen. Sementara itu, DKP3 baru merealisasikan Rp600 juta dari target Rp1,5 miliar, setara dengan 40 persen.
Kendala yang dihadapi Disbudporapar terkait dengan sejumlah destinasi wisata seperti Siring Menara Pandang dan Siring Maskot Bekantan yang belum dikenakan tarif masuk, sehingga tidak memberikan kontribusi terhadap PAD. Selain itu, retribusi sewa lapangan basket di kawasan Siring Maskot Bekantan juga belum optimal.
Sedangkan DKP3 menghadapi kendala karena Rumah Potong Unggah (RPU) Modern hingga saat ini belum dapat beroperasi, yang mengakibatkan sumber pendapatan tersebut belum bisa dimanfaatkan.
"Keduanya memiliki alasan yang cukup kuat, namun tetap diperlukan evaluasi agar sektor-sektor ini bisa menjadi sumber pemasukan bagi daerah," jelas Edy.
3. Optimis target PAD tercapai

Dengan waktu yang tersisa tiga bulan, Edy mengaku Pemkot Banjarmasin akan terus berkoordinasi dengan semua SKPD, terutama dua yang tertinggal, agar target PAD bisa tercapai sesuai yang telah ditetapkan.
"Semoga dengan upaya yang terus dilakukan, target bisa tercapai dalam waktu yang tersisa," tambahnya.
Tahun ini, Pemkot Banjarmasin menargetkan PAD sebesar Rp480 miliar, angka yang sama seperti tahun 2023. Edy optimistis target tersebut dapat tercapai, meskipun ada beberapa SKPD yang perlu mengejar ketertinggalan dalam beberapa bulan ke depan.



















