Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pengamat Kritisi Program Pengurangan Sampah Plastik di Banjarmasin
Aktivitas TPA Basirih Banjarmasin

Banjarmasin, IDN Times - Pengamat lingkungan mengkritisi program pengurangan sampah plastik di Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel). Pemerintah daerah dianggap gagal mengendalikan peningkatan sampah plastik di tempat pembuangan akhir (TPA).  

Pemerintah daerah sudah berkomitmen dalam mengurangi penggunaan kantong plastik di sejumlah pasar ritel. Namun hal tersebut dianggap belum memberikan dampak signifikan. 

1. Pemkot Banjarmasin dinilai belum serius tangani plastik

Hamdi, Pengamat Lingkungan Hidup di Kota Banjarmasin.

Pengamat lingkungan di Banjarmasin Hamdi mengatakan, pemerintah daerah tidak serius dalam mengurangi sampah plastik. Ia pun menyebutkan fakta di lapangan di mana sampah plastik makin meningkat di TPA Banjarmasin. 

Meskipun pemerintah daerah dalam banyak kesempatan mengaku mengurangi penggunaan sampah plastik di masyarakat. 

"Pengelolaan sampah di Banjarmasin masih belum maksimal. Sampah plastik masih tinggi, pemerintah harus serius dengan ini," katanya.

2. Masyarakat masih enggan memilah sampah

Ilustrasi TPS di Jalan.

Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin menambahkan, kondisi TPA setempat masih dipenuhi banyak sampah plastik. Ia menyebutkan, masyarakat masih enggan melakukan pilah sampah dari rumah.

"Maindset warga bahwa sampah dibuang ke TPS, belum terbangun bahwa sebenarnya sampah dari rumah masih bisa didaur ulang. Yang plastik bisa dikumpulkan dan menjadi nilai ekonomis, yang organik bisa dijadikan kompos untuk tanaman," ucapnya.

Menurutnya, pemerintah daerah harus serius dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tak hanya itu, dukungan dan pendampingan yang masif harus dijaga agar rencana berjalan lancar dan program berjalan baik.

3. Sampah kantong plastik paling banyak

Kantongan plastik, jenis sampah plastik paling banyak di TPA Basirih Banjarmasin.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLH Kota Banjarmasin Marzuki menyampaikan, persentase jumlah data sampah plastik mencapai 20,5 persen. Sisanya adalah sampah lainnya seperti sisa makanan, tekstil, dan sampah lainnya. 

Perinciannya dari 20,5 persen sampah tersebut, kata Marzuki adalah kantong plastik yang mencapai 11.52 persen. Sisa lainnya adalah pelbagai sampah plastik jenis lainnya. 

"Sampah plastik menyumbang 20,5 persen di kota ini. Kita terus berupaya agar sampah plastik berkurang," katanya.

Lebih lanjut, Marzuki belum mengungkap data tentang program pengurangan sampah plastik di Banjarmasin. Meskipun demikian, ia yakin program pengurangan sampah plastik di Banjarmasin akan berhasil. Lewat larangan kantong plastik di setiap ritel.

"Datanya pengurangan sampah plastik ada tapi belum rangkum. Nanti data ini akan dimasukkan dalam neraca sampah," ujarnya.

Editorial Team

Related Article