Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah sudah lebih dulu menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Sementara sejauh ini di Kota Banjarmasin belum ada penetapan serupa. Harapannya, kasus DBD tidak bertambah dan tak ada penetapan KLB.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dr Tabiun Huda megatakan bahwa pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat. Kasus DBD tidak boleh dianggap remeh, karena sudah banyak menelan korban jiwa.
Ia mengatakan bahawa pihaknya sudah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penanganan yang cepat dan tepat seperti. Misalnya sosialisasi dari bidang promkes untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dinkes juga menghimbau masyarakat melakukan 3M+ (Mengubur, menguras, menutup dan menaburkan abate memberantas telur nyamuk)
"Saya berharap akan meningkatnya kesadaran masyarakat jika melihat warganya memiliki tanda yang mengarah kepada penyakit DBD. Ingat 3M plus dan biasakan hidup sehat," ucapnya.
Tabiun menyampaikan bahwa penderita DBD di Banjarmasin yang sudah terkonfirmasi positif dam dilaporkan ada 17 orang. Mengenai data di rumah sakit dan puskesmas itu, menurutnya kebanyakan masih suspek DBD.