40 Naga Ikut Ritual Pembakaran Usai Perayaan Cap Go Meh di Pontianak

- Sebanyak 40 perkumpulan naga dari Pontianak dan Kubu Raya ikut dalam ritual pembakaran naga usai Cap Go Meh di Komplek Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, disaksikan ribuan warga.
- Ritual ini bermakna spiritual bagi masyarakat Tionghoa, sebagai simbol pengembalian roh naga ke langit setelah menjalankan tugas membawa berkah selama perayaan Cap Go Meh.
- Polres Kubu Raya menerjunkan personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban acara hingga selesai pukul 21.00 WIB, memastikan seluruh prosesi berlangsung aman dan kondusif.
Kubu Raya, IDN Times - Sebanyak 40 perkumpulan naga mengikuti ritual pembakaran Cap Go Meh di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).
Polres Kubu Raya melakukan pengamanan kegiatan ritual pembakaran naga ini yang berlangsung di Komplek Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto KM 8, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, pada Rabu (4/3/2026).
40 perkumpulan naga itu berasal dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Ribuan masyarakat tampak memadati lokasi untuk menyaksikan prosesi sakral yang menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Tionghoa tersebut.
1. Makna pembakaran naga usai Cap Go Meh

Diperkirakan sekitar 3.000 penonton hadir menyaksikan prosesi pembakaran naga yang berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.
Ritual pembakaran naga sendiri merupakan tradisi yang memiliki makna spiritual mendalam bagi masyarakat Tionghoa.
Prosesi ini menjadi simbol mengembalikan ruh naga ke langit setelah sebelumnya “diturunkan” ke dunia melalui ritual buka mata saat perayaan Cap Go Meh.
Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, naga yang mengikuti prosesi tersebut diyakini telah diisi oleh ruh naga. Setelah menjalankan tugasnya di dunia untuk membersihkan jalan dan membawa keberkahan, roh naga tersebut kemudian dikembalikan ke alamnya di langit melalui ritual pembakaran.
2. Sebelum dibakar, puluhan naga lakukan atraksi

Puluhan naga dari berbagai perkumpulan tampil dalam prosesi tersebut sebelum akhirnya dilakukan pembakaran sebagai bagian akhir dari rangkaian perayaan Cap Go Meh.
Selama kegiatan berlangsung, aparat kepolisian bersama unsur pengamanan lainnya melakukan penjagaan dan pengaturan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Kapolres Kubu Raya, Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Ade mengatakan pihak kepolisian menerjunkan personel guna memberikan pengamanan secara maksimal selama kegiatan berlangsung.
“Polres Kubu Raya melaksanakan pengamanan kegiatan ritual pembakaran naga dalam rangka perayaan Cap Go Meh 2026 guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Ade, Kamis (5/3/2026).
3. Walaupun dipadati ribuan warga, situasi aman dan tertib

Ade menuturkan, pengamanan dilakukan mulai dari pengaturan arus lalu lintas, penjagaan di lokasi kegiatan, hingga pengawasan terhadap kerumunan penonton yang hadir menyaksikan tradisi tersebut.
Menurutnya, kehadiran polisi dalam kegiatan budaya dan keagamaan masyarakat merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan tradisinya.
“Kami hadir untuk memastikan kegiatan masyarakat, khususnya tradisi budaya seperti Cap Go Meh ini dapat berlangsung dengan aman. Dengan pengamanan yang dilakukan, diharapkan masyarakat dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan nyaman dan situasi kamtibmas tetap terjaga,” paparnya.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 21.00 WIB, situasi di lokasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Tradisi pembakaran naga dalam perayaan Cap Go Meh sendiri telah menjadi salah satu atraksi budaya yang menarik perhatian masyarakat setiap tahunnya, sekaligus menjadi simbol kuat keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Kalimantan Barat.


















