400 Polisi Disiagakan pada Operasi Mantap Praja di Balikpapan

Balikpapan, IDN Times - Sebanyak 400 personel dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Balikpapan disiagakan dalam operasi pengamanan Pilkada 2024.
Kepala Bagian Operasi Polresta Balikpapan Kompol Dede Kurniawan mengatakan, fokus utama dari operasi ini adalah menjaga ketertiban, keamanan, dan kelancaran dalam proses demokrasi serta mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin muncul, baik dari segi keamanan maupun ketertiban sosial.
“Secara keseluruhan ada 400 personel yang siaga untuk mengamankan rangkaian Pilkada khususnya di Kota Balikpapan,” kata Dede, Senin (14/10/2024) pagi.
1. Personel di posko siaga 24 jam

Memasuki masa kampanye, personel Polresta Balikpapan siaga sepanjang 24 jam selama Operasi Mantap Praja. Mereka akan berjaga di posko Operasi Mantap Praja yang ada di Mapolresta Balikpapan. Pada setiap shift, akan ada 7 personel yang berjaga di pos.
“Sekarang kan sudah memasuki tahapan kampanye paslon. Kampanye juga biasanya berlangsung pagi, siang, sore maupun malam. Sehingga personel juga harus siaga 24 jam,” kata Dede.
2. Sudah 137 lebih kegiatan kampanye diamankan

Kepala Posko Operasi Mantap Praja, Ajun Komisaris Polisi Muklas,menyatakan sampai pekan lalu sebanyak 137 kegiatan kampanye telah terdata di wilayah hukum Polresta Balikpapan.
"Selama kampanye berlangsung, situasi masih dalam keadaan kondusif. Kami terus melakukan pengawasan ketat untuk memastikan setiap kegiatan kampanye berjalan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh KPU," ujar Muklas.
Muklas juga menambahkan bahwa pihaknya berharap para pasangan calon (paslon) tetap mengikuti aturan kampanye yang sudah ditetapkan.
"Kami minta agar para paslon menaati waktu dan jadwal kampanye yang telah disusun KPU, sehingga tidak terjadi benturan atau ketidakseimbangan dalam penyampaian aspirasi oleh masing-masing paslon. Dengan demikian, proses pemilu dapat berjalan damai, adil, dan tertib hingga masa pencoblosan," ungkapnya.
3. Belum ada laporan pelanggaran diterima

Kompol Dede Kurniawan mengatakan, hingga saat ini belum ada dugaan pelanggaran pilkada yang masuk ke pos Operasi Mantap Praja Polresta Balikpapan. Ada pun dugaan pelarangan kampanye di Balikpapan Barat yang sempat viral pekan lalu masuk ke Bawaslu Balikpapan.
“Itu prosesnya di Bawaslu. Kalau kami di pos Operasi Mantap Praja belum menerima laporan,” ujar Dede.


















