Pontianak Masih Jadi Penyumbang Kecelakaan Tertinggi di Kalbar

Pontianak, IDN Times - Menjelang pelaksanaan Operasi Patuh Kapuas 2026, Polresta Pontianak menyoroti masih tingginya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di Kota Pontianak.
Kondisi ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, mengungkapkan berdasarkan hasil analisa dan evaluasi Polda Kalimantan Barat, Kota Pontianak masih tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas tertinggi di Kalbar.
"Pontianak merupakan daerah yang rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi Polda Kalbar, kasus kecelakaan lalu lintas tertinggi memang berada di Kota Pontianak," kata Endang, Rabu (3/6/2026).
1. Kurang kesadaran masyarakat

Tingginya angka kecelakaan tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan dan etika berlalu lintas.
Banyak pengguna jalan yang masih mengabaikan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
"Kami menyadari kesadaran hukum masyarakat masih cukup rendah terhadap peraturan lalu lintas maupun tata cara berlalu lintas yang baik dan benar," ujarnya.
2. Kerahkan sejumlah petugas Operasi Patuh Kapuas 2026

Sebagai langkah menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, Polresta Pontianak akan mengerahkan sejumlah satuan tugas dalam Operasi Patuh Kapuas 2026.
Operasi ini tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga pendekatan edukatif dan preventif kepada masyarakat.
Satgas preemtif dan preventif akan fokus pada sosialisasi, penyuluhan, serta pembinaan kepada pengguna jalan agar lebih disiplin dalam berkendara.
Sementara itu, satgas represif akan melakukan penindakan terhadap berbagai pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Polresta Pontianak akan menyiapkan satgas preventif, satgas preemtif, dan satgas represif. Khusus satgas represif akan melaksanakan kegiatan cipta kondisi guna menjaga situasi kamtibmas dan Kamseltibcarlantas tetap aman dan kondusif," tegasnya.
3. Diharapkan operasi ini bisa ciptakan kondisi lebih baik

Melalui Operasi Patuh Kapuas 2026, kepolisian berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga angka kecelakaan dapat ditekan.
Selain itu, operasi ini juga diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan di Kota Pontianak.
"Pontianak masih menjadi daerah dengan angka kecelakaan tertinggi di Kalbar. Operasi Patuh Kapuas 2026 diharapkan menjadi momentum meningkatkan disiplin masyarakat demi menekan korban kecelakaan di jalan raya,” tukasnya.


















