Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PLTA Batoq Kelo Buka Ribuan Lapangan Kerja bagi Warga Mahulu

PLTA Batoq Kelo Buka Ribuan Lapangan Kerja bagi Warga Mahulu
ilustrasi PLTA di Selandia Baru (pexels.com/Donovan Kelly)
Share Article

Mahulu, IDN Times - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, menilai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo menjadi bukti bahwa Mahulu memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan hijau di Kalimantan Timur (Kaltim).

Proyek PLTA berkapasitas 300 megawatt (MW) tersebut mulai dibangun melalui peletakan batu pertama pada 25 Mei 2026 di Kecamatan Long Bagun. Proyek senilai Rp13 triliun itu ditargetkan rampung dalam lima tahun ke depan.

Angela mengatakan pemerintah daerah mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek tersebut agar manfaat investasi dapat dirasakan langsung oleh warga Mahulu.

"Kami mendorong agar masyarakat Mahulu dapat menjadi bagian dari pembangunan proyek ini, sehingga sumber daya manusia lokal dapat terserap dan turut merasakan manfaat langsung dari investasi yang masuk," ujarnya dilaporkan Antara di Mahulu, Selasa (2/6/2026).

1. Manfaat PLTA bagi warga Mahulu

Kantor Bupati Mahulu (IDN Times/kaltimprov.go.id)
Kantor Bupati Mahulu (IDN Times/kaltimprov.go.id)

Menurut Angela, kehadiran PLTA Batoq Kelo akan memberikan sedikitnya tiga manfaat utama, yakni di sektor energi, infrastruktur, serta ekonomi dan sosial.

Dari sisi energi, pembangkit ini diproyeksikan mampu menghasilkan listrik hingga 300 MW yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 300.000 rumah tangga di Kalimantan Timur.

Energi bersih yang dihasilkan juga diproyeksikan menjadi salah satu sumber pasokan utama bagi Ibu Kota Nusantara (IKN), kawasan industri, dan sektor pertambangan di wilayah tersebut. Kehadiran PLTA ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik dan mengurangi risiko pemadaman.

Selain itu, PLTA Batoq Kelo merupakan sumber energi baru terbarukan yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi udara. Proyek ini sekaligus mendukung upaya Indonesia dalam menekan emisi karbon.

2. Membuka isolasi desa-desa di Mahulu

Menurut Akmal, pembangunan di Mahakam Ulu perlu pendekatan kolaboratif. (Dok. Pemprov Kaltim)
Menurut Akmal, pembangunan di Mahakam Ulu perlu pendekatan kolaboratif. (Dok. Pemprov Kaltim)

Di sektor infrastruktur, pembangunan PLTA turut mendorong pembangunan jalan baru sepanjang 122 kilometer yang akan menghubungkan Mahulu dengan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Menurut Angela, akses jalan tersebut akan membuka keterisolasian sejumlah desa di wilayah hulu Sungai Mahakam hingga perbatasan Kalimantan Utara.

"Keberadaan jalan baru tentu akan membuka keterisoliran desa-desa di daerah hulu Mahakam hingga Kaltara, sehingga akan mempercepat aktivitas, mempermudah angkutan hasil bumi, dan akses kesehatan maupun pendidikan," katanya.

Sementara dari sisi ekonomi dan sosial, proyek PLTA Batoq Kelo diperkirakan mampu menyerap ribuan tenaga kerja selama masa konstruksi yang berlangsung sekitar lima tahun, serta membuka lapangan kerja baru saat pembangkit mulai beroperasi.

3. Destinasi wisata baru di Kaltim

Ilustrasi batu dinding di Mahakam Ulu (Dok.IDN Times/Istimewa)
Ilustrasi batu dinding di Mahakam Ulu (Dok.IDN Times/Istimewa)

Proyek ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan daerah dan mendorong tumbuhnya berbagai usaha baru, mulai dari sektor kuliner, penginapan, perdagangan, hingga jasa pendukung lainnya.

Bahkan, kawasan di sekitar bendungan PLTA berpeluang berkembang menjadi destinasi wisata baru berkat potensi panorama alam yang dimilikinya.

Angela menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mahulu telah menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan terkait peluang penyerapan tenaga kerja lokal.

"PLTA ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi Mahulu, tetapi juga menjadi sumber energi ramah lingkungan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur," ujar Angela.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Merasa Tertekan saat Belajar? Lakukan 10 Langkah Mudah Ini

02 Jun 2026, 13:00 WIBNews