Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Anak Terlihat Jauh? Mungkin Orang Tua Lupa Lakukan 3 Hal Sederhana Ini

Anak Terlihat Jauh? Mungkin Orang Tua Lupa Lakukan 3 Hal Sederhana Ini
pexels.com
Share Article

Pernahkah Anda bertanya dalam hati, "Apakah anak saya benar-benar merasa disayangi?" Pertanyaan ini mungkin pernah terlintas di benak banyak orang tua yang telah berusaha memberikan yang terbaik bagi buah hatinya.

Tak sedikit orang tua yang menganggap kasih sayang dapat ditunjukkan melalui pemberian materi, seperti uang saku, ponsel baru, atau berbagai kebutuhan lainnya. Padahal, bagi sebagian besar anak, perhatian, komunikasi, dan kebersamaan justru memiliki nilai yang jauh lebih besar.

Agar hubungan dengan anak semakin dekat dan hangat, ada beberapa langkah sederhana yang bisa mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Jalin komunikasi kepada anak

pexels.com
pexels.com

Apakah Anda mengetahui bagaimana aktivitas anak hari ini? Atau bagaimana perkembangan mereka di sekolah?

Jika belum, cobalah meluangkan waktu untuk bertanya dan mendengarkan cerita mereka. Meski terlihat sederhana, komunikasi yang baik merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang paling dibutuhkan anak.

Ketika orang tua terbiasa membuka ruang diskusi dan mendengarkan tanpa menghakimi, anak akan merasa lebih aman untuk berbagi perasaan maupun pengalaman yang mereka alami.

Kebiasaan kecil seperti mengucapkan selamat pagi sebelum beraktivitas dan selamat malam sebelum tidur juga dapat mempererat hubungan emosional, berapa pun usia anak saat ini.

2. Ikuti alur perkembangan anak

pexels.com
pexels.com

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah orang tua terlalu fokus pada hasil akhir tanpa memahami proses yang telah dijalani anak.

Saat pencapaian anak tidak sesuai harapan, respons berupa kekecewaan atau kemarahan sering kali muncul. Padahal, sikap tersebut dapat meninggalkan luka emosional yang membekas dalam diri anak.

Misalnya, ketika anak gagal masuk tiga besar di sekolah, orang tua mungkin langsung menyalahkan kebiasaan bermain game atau menganggap anak kurang rajin belajar.

Sebelum mengambil kesimpulan, cobalah mengajak anak berdiskusi. Tanyakan apa yang mereka alami, dengarkan penjelasannya, lalu lakukan evaluasi bersama dengan cara yang bijak.

Jika diperlukan, orang tua dapat memberikan dukungan tambahan, seperti les atau fasilitas belajar lainnya. Namun yang terpenting, anak perlu merasa bahwa usaha mereka dihargai, bukan hanya hasil akhirnya.

3. Quality time bareng anak

pexels.com
pexels.com

Di era digital saat ini, banyak orang tua mengeluhkan anak yang lebih sering menghabiskan waktu dengan ponsel di kamar dibandingkan berinteraksi dengan keluarga.

Karena itu, penting bagi orang tua untuk menciptakan quality time atau waktu berkualitas bersama anak.

Quality time tidak harus dilakukan dengan aktivitas mahal. Makan bersama di rumah, berjalan santai, berolahraga, atau sekadar berbincang tentang aktivitas sehari-hari sudah bisa menjadi momen yang berharga.

Saat mengajak anak berbicara, jangan berkecil hati jika mereka hanya menjawab singkat seperti "baik" atau "aman". Cobalah memulai percakapan dengan menceritakan pengalaman Anda terlebih dahulu atau menyisipkan humor ringan agar suasana lebih cair.

Ketika anak merasa nyaman, mereka akan lebih terbuka untuk berbagi cerita, pendapat, maupun perasaan yang sedang dirasakan.

Selain itu, orang tua juga dapat mengajak anak melakukan aktivitas bersama, seperti membeli jajanan favorit, jogging, atau mengunjungi taman terdekat. Hal terpenting bukanlah tempat yang dikunjungi, melainkan momen kebersamaan yang tercipta.

Membangun hubungan yang dekat dengan anak tidak selalu membutuhkan biaya besar. Komunikasi yang hangat, penghargaan terhadap proses, dan waktu berkualitas bersama keluarga merupakan fondasi penting yang dapat membuat anak merasa dicintai dan diperhatikan.

Meski membutuhkan waktu dan konsistensi, upaya sederhana tersebut akan memberikan dampak besar bagi perkembangan emosional anak serta keharmonisan hubungan dalam keluarga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Dari Karyawan Jadi Pengusaha, Ini Strategi yang Perlu Disiapkan Sejak Dini

03 Jun 2026, 01:00 WIBNews