42 Persen Terealisasi, Mahulu Kebut Program Cetak Sawah 141 Hektare

Mahulu, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu), Kalimantan Timur, melanjutkan program pencetakan sawah baru pada tahun ini guna mengejar target pemerintah pusat seluas 141 hektare yang belum rampung pada 2025. Program tersebut didukung melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, mengungkapkan bahwa hingga saat ini capaian fisik baru mencapai sekitar 42 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan waktu pelaksanaan yang mendekati akhir tahun, serta tantangan geografis wilayah Mahulu.
“Target total memang 141 hektare, namun realisasi saat ini masih sekitar 42 persen. Hal ini karena waktu pelaksanaan yang sempit dan kondisi geografis yang cukup menantang,” ujar Suhuk diberitakan Antara di Mahulu, Minggu (12/4/2026).
1. Target pengembangan area persawahan di Mahakam Ulu

Ia menjelaskan, target awal program sebenarnya mencapai 240 hektare yang tersebar di tujuh kampung, sesuai perencanaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu. Namun, terjadi perubahan kontrak pada 10 Desember 2025, sehingga alokasi pencetakan sawah disesuaikan menjadi 141 hektare di empat kampung. Luasan tersebut menjadi target yang harus diselesaikan.
Salah satu lokasi yang telah berhasil dicetak berada di Kampung Datah Bilang Ilir, Kecamatan Long Hubung. Di lokasi tersebut, penanaman padi telah dilakukan beberapa hari lalu bersama pihak terkait.
Suhuk menambahkan, program pencetakan sawah akan terus berlanjut. Pemerintah pusat melalui Balai Besar Lahan dan Irigasi Pertanian direncanakan membuka kontrak baru pada 2026, sehingga sisa pekerjaan tahun sebelumnya dapat dilanjutkan secara bertahap.
2. Memperkuat ketahanan pangan di daerah

Menurutnya, program ini memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, terlebih dengan dukungan teknologi pertanian modern.
“Pemanfaatan teknologi seperti drone dan mekanisasi pertanian akan meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas petani,” jelasnya.
Pemkab Mahulu juga terus mendorong optimalisasi lahan melalui pembentukan Brigade Pangan serta penerapan metode modern, seperti penebaran benih langsung dan penggunaan drone dalam proses pertanian.
3. Dukungan pengadaan mesin peralatan pertanian

Selain itu, pemerintah pusat turut memberikan dukungan berupa bantuan alat dan mesin pertanian, seperti hand tractor dan drone. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk sawah baru, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang sudah ada.
Ke depan, program ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan secara berkelanjutan. Pemkab Mahulu juga berkomitmen memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pertanian, dengan dukungan pembinaan dari pemerintah provinsi, TNI, serta instansi terkait.
“Melalui program ini, kami optimistis dapat mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani menuju Mahulu yang maju dan berdaya saing,” tutup Suhuk.


















