Balikpapan, IDN Times - Pemerhati ekonomi sirkular dari Nusantara Circular Economy & Sustainability Initiatives (NCESI) Yusra Abdi meminta para akademisi bersikap kritis dan tidak teperdaya lobi industri air kemasan. Apalagi sampai terseret menentang rencana
strategis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerapkan aturan pelabelan
risiko Bisfenol A (BPA). Suatu campuran kimia dari hasil penelitian ahli kesehatan berpotensi menyebabkan kanker dan kemandulan pada manusia.
Campuran zat kimia dapat ditemui pada galon guna ulang berbahan plastik keras polikarbonat.
"Menyudutkan BPOM yang justru ingin melindungi kesehatan publik dengan
mempersoalkan kemungkinan membengkaknya sampah plastik sekali pakai pasca
berlakunya kebijakan pelabelan BPA sama saja memberi angin pada lobi industri," kata
Yusra, Kamis (17/3/2022).
