Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Angkutan Umum Samarinda Berbenah, Tarif Murah dan Layanan Lebih Cepat

Angkutan Umum Samarinda Berbenah, Tarif Murah dan Layanan Lebih Cepat
Ilustrasi transportasi umum (pexels.com/Guillermo Quiñones)

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mematangkan rencana pengembangan transportasi massal yang nyaman dan terjangkau bagi masyarakat.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmaruli Tua Manalu, mengatakan pihaknya saat ini tengah menyusun skema operasional angkutan umum berbasis massal. Perencanaan tersebut mencakup penentuan trayek, jumlah armada, sistem layanan, hingga tarif yang terintegrasi.

“Konsep ini dirancang agar masyarakat memiliki alternatif transportasi publik yang efisien dan ekonomis,” ujar Manalu dalam keterangan tertulis kepada awak media, Senin (6/4/2026).

1. Trayek dilayani tujuh armada

Kepala Dishub Samarinda, Hotmaruli Tua Manalu.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmaruli Tua Manalu, Senin (6/4/2026). Foto istimewa

Ia menjelaskan, setiap trayek nantinya akan dilayani tujuh armada dengan tambahan satu unit cadangan. Dengan dua trayek utama, total armada yang disiapkan mencapai 16 unit, menggunakan jenis minibus seperti yang pernah diperkenalkan pada pawai tahun lalu.

Armada cadangan disiapkan untuk menjaga kelancaran layanan apabila terjadi kendala operasional di lapangan. Dari sisi pembiayaan, Dishub memperkirakan kebutuhan anggaran yang cukup besar, termasuk untuk penggunaan bahan bakar berkualitas tinggi.

“Jika tidak memungkinkan menggunakan Pertalite, maka akan menggunakan Pertamax. Kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp35 miliar untuk dua trayek utama dan dua trayek feeder menuju kawasan permukiman,” jelasnya.

Menurut Manalu, investasi tersebut penting untuk menjaga kualitas layanan sekaligus membangun sistem transportasi yang berkelanjutan.

2. Skema tarif terintegrasi antara trayek utama dan feeder

ilustrasi orang sedang melakukan transaksi pembayaran
ilustrasi orang sedang melakukan transaksi pembayaran (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Selain itu, Dishub juga merancang skema tarif terintegrasi antara trayek utama dan feeder. Mengacu pada konsep di Jakarta, feeder direncanakan gratis, sementara trayek utama dikenakan tarif terjangkau.

“Kami pastikan tarifnya tidak mahal agar dapat mengurangi beban transportasi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tarif yang direncanakan berkisar Rp1.000 untuk pelajar dan sekitar Rp2.500 untuk masyarakat umum, menyesuaikan rata-rata tarif angkutan umum di Indonesia.

3. Sistem operasional transportasi umum di Samarinda

Memanfaatkan waktu di transportasi umum
ilustrasi memanfaatkan waktu di transportasi umum (freepik.com/freepik)

Manalu juga menegaskan sistem operasional yang akan diterapkan tidak lagi menggunakan pola lama, yakni menunggu penumpang penuh sebelum berangkat.

“Dengan sistem baru, kendaraan tidak perlu menunggu penuh. Dalam waktu tunggu 1–2 menit sudah bisa berangkat. Waktu tunggu yang lama selama ini menjadi salah satu alasan angkutan konvensional ditinggalkan masyarakat,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Rahasia Kulit Lembap dan Bebas Masalah, Mulai dari Pelembap

07 Apr 2026, 19:00 WIBNews