shutterstock.com/g/jarun011
Sementara, pada jumpa pers terkait virus corona ini Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengungkapkan penggunaan rapid test yang ada di Balikpapan.
"Pemanfaatan rapid test dari Kemenkes, 500 telah terpakai semua, 230 untuk screening tenaga kesehatan hasilnya semua negatif. Sebanyak 270 digunakan masyarakat umum di rumah sakit, 9 positif rapid test dan semua sudah ditindaklanjuti," kata dokter yang akrab dipanggil Dio ini.
Ia juga menjelaskan dari 800 rapid test COVID-19 yang dibeli menggunakan dana APBD Kota Balikpapan yang sudah dipakai sejumlah 698 buah, dan sisa 102 buah.
Rapid test dari dana APBD Kota Balikpapan telah digunakan untuk memeriksa tenaga kesehatan di puskesmas hasilnya semua negatif COVID-19. Juga untuk memeriksa pasien hasilnya satu orang positif COVID-19. Rapid test juga digunakan untuk memeriksa pekerja dengan risiko tinggi.
Dio juga menjelaskan, sebanyak 1600 rapid test telah diterima dari Pemerintah Provinsi Kaltim, dan baru terpakai sebanyak 53 buah.