Untuk mengantisipasi masalah alat deteksi udara yang rusak, DLH Kota Balikpapan meminta bantuan laboratorium swasta yakni Unilab untuk memeriksa tingkat kualitas udara.
"Ini lagi dicek sebentar, kami bawa ke Unilab, kalau ngomong angka takut salah, gak bisa diprediksi kalau ngomong angka, tapi kalau dilihat kondisi kayak kabut asap mulai menurun dibandingkan hari sebelumnya, " tuturnya.
Meski belum menunjukkan data yang pasti terkait bahaya kabut asap, pihaknya tetap mengimbau agar tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Menurut Suryanto, daya tahan tubuh manusia berbeda-beda, sehingga harus tetap waspada ketika terjadi kabut asap agar tidak berdampak buruk pada kesehatan.
"Sensitivitas tubuh manusia beda, ada orang yang kena sedikit sudah batuk, bagusnya sih pakai masker bagus untuk mencegah," jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di Unilab, Data Indeks Standar Pencemar Udara Kota Balikpapan tanggal 11 September 2019 adalah sedang pada angka 53, dengan parameter PM 2,5.
Sesuai Kepmen LH Nomor 45 Tahun 1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, dengan kategori Sedang berada pada rentang 51 - 100.