Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Belum Ada Kasus Meninggal di PPU Akibat COVID-19

Belum Ada Kasus Meninggal di PPU Akibat COVID-19
RSUD RAPB PPU (IDN Times/istimewa)
Share Article

Penajam, IDN Times – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU), dr Jensje Grace Makisurat mengungkapkan, hingga kini belum ada pasien meninggal yang terkonfirmasi positif COVID-19. Menurutnya ada lima orang pasien meninggal dunia terkait virus corona atau COVID-19 namun hasil pemeriksaan swab mereka terkonfirmasi negatif.

“Kami merawat lima orang suspek tetapi kemudian berstatus probable karena penyakitnya. Dari hasil uji laboratorium swab semua pasien dinyatakan negatif COVID-19,” ujar Grace kepada IDN Times, Senin (3/8/2020) di Penajam.

1. Dua pasien meninggal bulan Juli kemarin hasil swab dinyatakan negatif

RSUD RAPB PPU hingga kini menjadi lokasi perawatan pasien COVID-19  (IDN Times/Ervan)
RSUD RAPB PPU hingga kini menjadi lokasi perawatan pasien COVID-19 (IDN Times/Ervan)

Dibeberkannya, dari lima pasien probable ada dua pasien diantaranya  meninggal pada Juli lalu dengan hasil swab negatif. Sementara tiga pasien yang wafat lainnya terlebih dulu juga negatif COVID-19.

Jadi, lanjutnya, kelima probable itu meninggal dunia murni karena penyakit yang dideritanya bukan disebabkan karena terpapar COVID-19. Namun karena masa pandemik corona saat ini maka pasien probable tetap dimakamkan menggunakan protokol COVID-19.   

2. Hasil swab istri dan keluarga Pasien PPU 26, serta 54 tenaga kesehatan RSUD PPU belum diterima

dr. Jansje Grace Makisurat (IDN Times/Ervan Masbanjar)
dr. Jansje Grace Makisurat (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Salah seorang pasien terkonfirmasi positif yang merupakan perawat RSUD RAPB, yakni PPU 26 saat ini anggota keluarganya berstatus suspek. Begitu juga dengan 54 tenaga kesehatan (nakes) di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang kontak erat dengan pasien tersebut, mereka saat ini masih menjalani karantina. 

"Mereka (keluarga pasien) melakukan rapid test dan swab pada waktu sama dengan ke 54 nakes IGD, sehingga hasilnya pun belum keluar dari Laboratorium Kesehatan Daerah di Samarinda,” kata Grace.

Ia menambahkan, saat pihaknya sedang merawat tiga pasien konfirmasi dan dua orang kontak erat, serta satu pasien suspek  yang masih menunggu hasil swab. Semua pasien dalam keadaan stabil dan baik.

“Kondisi pasien konfirmasi, pasien suspek menunggu swab dan pasien kontak erat yang kami rawat di ruang isolasi termasuk ke 54 nakes ruang IGD RSUD PPU semua kondisinya dalam keadaan baik," ujarnya.

"Para nakes yang hasil rapid test-nya nonreaktif tetap memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tentunya telah melengkapi diri dengan alat pelindung diri sesuai dengan ketentuan," tegasnya.   

3. Belum ada kasus meninggal karena COVID-19

Jubir Satgas penanganan COVID-19 PPU, dr  Arnold Wayong (IDN Times/Ervan Masbanjar)
Jubir Satgas penanganan COVID-19 PPU, dr Arnold Wayong (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten PPU dr. Arnold Wayong, menegaskan belum ada satupun kasus kematian di PPU yang disebabkan COVID-19. Jadi pasien meninggal murni karena komorbid atau penyakit bawaan.

"Saat ini kami sedang menerapkan perubahan istilah baru sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, seperti Istilah ODP menjadi kontak erat, PDP menjadi supsek, OTG jadi kasus tanpa gejala atau asimptomatik, probable sebutan bagi penderita dengan infeksi saluran pernafasan berat atau yang meninggal. Dan konfirmasi bagi pasien positif berdasarkan hasil konfirmasi real time PCR," pungkasnya. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ervan Masbanjar
EditorErvan Masbanjar

Latest News Kalimantan Timur

See More

DPRD Soroti Pertanggungjawaban APBD 2025, Ini Respons Wagub Kaltim

16 Jun 2026, 13:00 WIBNews