Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kadar Garam Sungai Kapuas Tinggi, Pontianak Beli 1,1 Juta Liter Air Tawar

Kota Pontianak
3 min read
Kadar Garam Sungai Kapuas Tinggi, Pontianak Beli 1,1 Juta Liter Air Tawar
Kapal tongkang bawa 1 juta air tawar. (IDN Times/prokopim).
  • Sebanyak 1,1 juta liter air tawar dari Desa Radak tiba di IPA Nipah Kuning Dalam untuk menjaga pasokan air minum Pontianak saat Sungai Kapuas terdampak intrusi air laut.
  • Pemkot Pontianak menyiapkan total lebih dari 10 juta liter air tawar melalui tiga tongkang; hampir 4 juta liter telah didistribusikan kepada warga meski pengiriman terkendala kabut asap.
  • Kadar garam Sungai Kapuas di sekitar Imam Bonjol turun dari sekitar 3.000 menjadi 1.300 miligram per liter, tetapi kawasan Nipah Kuning masih membutuhkan pasokan air dari luar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pontianak, IDN Times - Sebanyak 1,1 juta liter air tawar tiba di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nipah Kuning Dalam, Pontianak, Rabu (16/9/2026). Pasokan tersebut dikirim menggunakan tongkang dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, untuk memenuhi kebutuhan air minum warga di tengah kondisi air baku Sungai Kapuas yang belum normal akibat intrusi air laut.

Air tawar yang tiba tidak langsung didistribusikan kepada warga. Petugas terlebih dahulu memindahkannya ke tempat penampungan untuk menjalani proses pengolahan dan pemeriksaan.

  1. 1. Tunggu sampai kadar garam sungai kapuas aman

    cfd5b00b-5da4-4baa-9a1d-a4cd637f2756.jpeg
    Wali Kota Pontianak pantau kedatangan air tawar. (IDN Times/prokopim).

    Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas dan ketersediaan air minum, khususnya bagi masyarakat Pontianak Barat yang dilayani IPA Nipah Kuning Dalam.

    “Dengan adanya tambahan air tawar ini, tentunya kita berharap kualitas air yang tersedia semakin baik,” kata Edi.

    IPA Nipah Kuning Dalam memiliki kapasitas produksi sekitar 300 liter per detik. Edi mengatakan pemerintah bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa akan terus mengoptimalkan pelayanan hingga kondisi air baku Sungai Kapuas kembali memenuhi syarat untuk diolah.

    Pengiriman air tawar dari Terentang juga masih akan dilanjutkan sampai kadar garam di Sungai Kapuas kembali turun.

    “Ini akan terus kita lakukan sampai kadar garam di Sungai Kapuas kembali rendah dan memenuhi persyaratan,” ujarnya.

  2. 2. Pemkot beli 10 juta liter air tawar

    381d5c51-32fe-47b9-9b27-36be17dd919a.jpeg
    Pemkot Pontianak beli jutaan liter air tawar. (IDN Times/prokopim).

    Pengiriman menggunakan tongkang membutuhkan waktu sekitar dua hari dari Terentang menuju Pontianak. Perjalanan juga menghadapi kendala kabut asap yang membatasi jarak pandang.

    Di tengah kondisi tersebut, distribusi air minum kepada masyarakat tetap dilakukan. Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah mengatakan hampir 4 juta liter air telah dibagikan kepada warga.

    “Yang sudah kita distribusikan kurang lebih hampir 4 juta liter,” ungkap Abdullah.

    Untuk menambah pasokan, dua tongkang lainnya tengah dipersiapkan dengan kapasitas masing-masing sekitar 5 juta liter dan 4 juta liter air tawar. Dengan demikian, total kapasitas dari tiga tongkang dalam rangkaian pengiriman tersebut mencapai lebih dari 10 juta liter.

    Abdullah menjelaskan air dari tongkang tidak langsung dicampurkan dengan air Sungai Kapuas. Air ditampung terlebih dahulu sebelum menjalani proses pengolahan.

    “Di instalasi pengolahan ada wadah penampungan. Untuk proses pengolahan hari ini kami usahakan bisa selesai,” jelasnya.

  3. 3. Kadar garam di Sungai Kapuas berangsur menurun

    6c9f27f2-e247-4b72-b1cd-22a38b3e8e88.jpeg
    Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono pantau air tawar. (IDN Times/prokopim).

    Sementara itu, kadar garam di Sungai Kapuas mulai menurun. Di sekitar Instalasi Imam Bonjol, kadar garam yang sebelumnya mencapai sekitar 3.000 miligram per liter kini turun menjadi sekitar 1.300 miligram per liter.

    Namun, kadar garam di kawasan Nipah Kuning masih tergolong tinggi sehingga pasokan air tawar dari luar wilayah masih diperlukan.

    Abdullah berharap hujan di bagian hulu Sungai Kapuas dapat mempercepat penurunan kadar garam dalam beberapa hari ke depan.

    “Mudah-mudahan hujan di daerah hulu memberikan dampak dalam dua atau tiga hari ke depan,” tukasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More