Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Biar Gak Boros, Ini 5 Cara Jitu Ajarkan Anak Mengatur Uang Saku

Kota Balikpapan
3 min read
Biar Gak Boros, Ini 5 Cara Jitu Ajarkan Anak Mengatur Uang Saku
ilustrasi seorang ibu memberikan uang saku kepada anak perempuannya (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)
  • Orang tua perlu menetapkan uang saku secara realistis berdasarkan kebutuhan makan, transportasi, sekolah, serta kondisi keluarga agar anak belajar menentukan prioritas pengeluaran.
  • Diskusi penggunaan dan jadwal pemberian uang saku penting dilakukan; aturan harus konsisten, termasuk tidak langsung memberi tambahan saat uang habis sebelum waktunya.
  • Anak dapat belajar nilai usaha melalui tugas tambahan yang sesuai usia dan membangun kebiasaan menabung dengan target barang serta perhitungan waktu pencapaian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bagi anak usia sekolah, menerima uang saku dari orang tua merupakan hal yang biasa. Namun, menentukan jumlah yang sesuai sekaligus mengajarkan cara mengelolanya menjadi tantangan tersendiri.

Uang saku bukan sekadar bekal untuk membeli makanan atau kebutuhan di sekolah. Jika dikelola dengan tepat, uang saku bisa menjadi sarana bagi anak untuk belajar mengenal nilai uang, menentukan prioritas, dan bertanggung jawab terhadap pengeluarannya.

Berikut lima cara yang bisa diterapkan orang tua untuk mengajarkan anak mengelola uang saku sejak dini.

  1. 1. Membuat daftar keperluan anak

    ilustrasi anak kos hemat uang saku.
    ilustrasi anak kos hemat uang saku. (www.magnific.com/jcomp)

    Jumlah uang saku sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan anak dan kondisi keluarga. Orang tua dapat mempertimbangkan biaya makan, transportasi, kebutuhan sekolah, hingga pengeluaran tambahan yang mungkin muncul.

    Jika anak tidak membawa bekal, misalnya, pastikan uang saku cukup untuk membeli makanan di sekolah. Kebutuhan seperti iuran kelas atau pembelian buku tambahan juga bisa menjadi pertimbangan.

    Dengan menentukan jumlah secara realistis, anak dapat belajar mengatur uang sesuai kebutuhan yang sudah diperhitungkan.

  2. 2. Diskusikan uang saku dengan anak

    ilustrasi ibu memberikan uang saku kepada anak perempuannya
    ilustrasi ibu memberikan uang saku kepada anak perempuannya (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

    Setelah menentukan jumlah uang saku, ajak anak berdiskusi mengenai cara penggunaannya. Beri kesempatan kepada anak untuk menyampaikan kebutuhan dan keinginannya.

    Orang tua kemudian dapat membantu anak membedakan mana kebutuhan yang harus diprioritaskan dan mana keinginan yang masih bisa ditunda.

    Selain itu, sepakati pula apakah uang saku diberikan setiap hari, minggu, atau bulan. Yang terpenting, jadwal tersebut konsisten dan sesuai dengan kemampuan anak dalam mengelola uang.

  3. 3. Tentukan aturan secara konsisten

    ilustrasi uang saku anak (unsplash.com/Kris Len Lu)
    ilustrasi uang saku anak (unsplash.com/Kris Len Lu)

    Anak perlu menerima uang saku sesuai jadwal yang telah disepakati. Jika uang habis sebelum waktunya, orang tua tidak perlu terburu-buru memberikan tambahan.

    Situasi tersebut justru dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar dari kesalahan dan memahami pentingnya membuat perencanaan pengeluaran.

    Konsistensi orang tua dalam menerapkan aturan dapat membantu anak membangun kebiasaan disiplin dalam mengelola uang.

  4. 4. Ajarkan nilai uang dan usaha

    ilustrasi anak membawa uang saku (freepik.com/drobotdean)
    ilustrasi anak membawa uang saku (freepik.com/drobotdean)

    Ketika anak meminta uang tambahan untuk membeli mainan atau keperluan lain, orang tua bisa menjadikannya sebagai kesempatan untuk mengajarkan nilai usaha.

    Salah satu caranya dengan memberikan insentif melalui tugas tambahan yang sesuai usia, seperti merapikan kamar atau membantu pekerjaan rumah.

    Namun, cara ini sebaiknya tidak diterapkan sebagai kebiasaan setiap kali anak meminta uang. Tujuannya adalah mengenalkan bahwa mendapatkan uang membutuhkan usaha dan tanggung jawab.

  5. 5. Ajari anak untuk menabung

    ilustrasi uang saku anak (vecteezy.com/Pitsanu Jaroenpipitaphorn)
    ilustrasi uang saku anak (vecteezy.com/Pitsanu Jaroenpipitaphorn)

    Menabung merupakan bagian penting dalam belajar mengelola keuangan. Orang tua dapat mengajarkan anak menyisihkan sebagian uang sakunya ke celengan atau rekening tabungan.

    Agar lebih menarik, libatkan anak dalam menentukan target tabungan. Misalnya, anak ingin membeli barang tertentu, lalu bersama-sama menghitung berapa banyak uang yang perlu disisihkan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya.

    Ketika berhasil membeli sesuatu menggunakan uang hasil tabungannya sendiri, anak akan mendapatkan pengalaman langsung tentang pentingnya kesabaran dan perencanaan.

    Mengajarkan pengelolaan uang sejak dini dapat menjadi bekal penting bagi anak saat tumbuh dewasa. Melalui kebiasaan berdiskusi, aturan yang konsisten, serta latihan menabung, anak perlahan belajar memahami nilai uang dan bertanggung jawab terhadap keputusan finansialnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More