Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cegah Harga Beras Melonjak, Bulog Kaltimtara Salurkan 10.800 Ton

Kota Balikpapan
Cegah Harga Beras Melonjak, Bulog Kaltimtara Salurkan 10.800 Ton
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meninjau gudang beras Bulog Kaltimra. (IDN Times/Hilmansyah)
Share Article

Balikpapan, IDN Times - Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) telah menyalurkan 10.800 ton beras hingga September 2026. Penyaluran tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara Musazdin Said mengatakan intervensi pasokan dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari pasar rakyat SP2KP, ritel modern, kios pangan pemerintah, hingga gerakan pangan murah yang digelar bersama pemerintah daerah maupun secara mandiri.

"Intervensi dilakukan melalui pasar rakyat SP2KP, ritel modern, kios pangan pemerintah, hingga gerakan pangan murah yang digelar bersama pemerintah daerah maupun secara mandiri," kata Musazdin dilaporkan Antara di Balikpapan, Minggu (6/9/2026).

  1. 1. Tambahan pasokan beras bagi masyarakat

    Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meninjau gudang beras Bulog Kaltimra. (IDN Times/Hilmansyah)
    Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meninjau gudang beras Bulog Kaltimra. (IDN Times/Hilmansyah)

    Menurut Musazdin, Bulog tidak hanya memantau perkembangan harga, tetapi juga langsung menambah pasokan ketika terjadi peningkatan permintaan atau penurunan stok di tingkat pedagang.

    Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga harga beras di tingkat konsumen tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

    Dari sisi ketersediaan, Bulog Kaltimtara masih memiliki cadangan beras yang cukup besar. Stok tersebut terdiri atas 15.129 ton beras medium dan 427 ton beras komersial yang tersebar di sejumlah gudang di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

    "Stok tersebut menjadi modal penting bagi kami untuk memperkuat intervensi ketika terjadi gejolak harga atau lonjakan permintaan sewaktu-waktu," jelasnya.

  2. 2. Mengoptimalkan jaringan pengecer pangan berbasis masyarakat

    Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTB Musazdin Said. (IDN Times/Muhammad Nasir)
    Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara Musazdin Said. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Selain melalui operasi pasar, Bulog memperluas distribusi dengan mengoptimalkan jaringan pengecer pangan berbasis masyarakat. Di Balikpapan, sekitar 427 Rumah Pangan Kita (RPK) dilibatkan untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap komoditas beras.

    Bulog Kaltimtara juga bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyusun jadwal operasi pasar secara berkala. Operasi pasar pada Sabtu, Minggu, dan Selasa digelar bersama Dinas Ketahanan Pangan setempat.

  3. 3. Pola distribusi beras kepada masyarakat

    Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meninjau gudang beras Bulog Kaltimra. (IDN Times/Hilmansyah)
    Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meninjau gudang beras Bulog Kaltimra. (IDN Times/Hilmansyah)

    Sementara itu, penyaluran beras pada Rabu dan Kamis dilakukan langsung ke tingkat kelurahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

    Musazdin mengatakan pola distribusi tersebut dirancang agar pasokan pangan tidak terkonsentrasi di satu lokasi. Dengan begitu, intervensi dapat menjangkau konsumen secara lebih merata.

    Dengan penyaluran yang telah mencapai 10.800 ton serta dukungan stok yang tersedia, Bulog Kaltimtara optimistis dapat terus menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan potensi gejolak harga pangan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sesuai ketentuan pemerintah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More