Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty (kanan) (Instagram/Humas.Pemkot.Balikpapan)
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan pada Kamis (18/6) sebanyak 15 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dari RS Pertamina Balikpapan. Namun, karena banyak karyawan yang tujuannya ke kabupaten/kota lain di Kaltim maka pihaknya berkonsultasi ke Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim.
"Setelah diverifikasi oleh dinas provinsi, maka delapan kasus menjadi kasusnya Balikpapan, itu kemarin. Hari ini bertambah satu kasus sehingga total sembilan," ujar dokter yang akrab dipanggil Dio ini.
Sebagian besar dari sembilan kasus baru ini adalah hasil screening karyawan perusahaan migas yang akan kembali ke lokasi kerja. Dua orang akan ke Kalimantan Selatan karena kasus lintas provinsi maka masuk sebagai pasien Balikpapan.
Juga seorang pasien dengan komorbid penyakit diabetes. Selain itu, ada pula seorang warga asing asal Pakistan.
"BPN 116, laki-laki, 40 tahun WNA asal pakistan, terkonfirmasi positif program screening dari perusahaan migas. Ketika meninggalkan Pakistan pada 5 Juni hasil tes PCR nya negatif, tiba di Balikpapan 8 Juni," kata Dio.
Selain itu juga terdapat salah satu pasien asal Balikpapan yang kemungkinan besar tertular COVID-19 saat bekerja di Maluku Utara.
"BPN 118, laki-laki 40 tahun, KTP Balikpapan tetapi selama ini bekerja di Maluku Utara, kembali ke Balikpapan, keluhan batuk, pilek , demam pada pemeriksaan ke dua baru mengatakan teman kerja di Maluku Utara banyak yg terkena COVID-19," jelasnya.
Dio juga menjelaskan pada Kamis tiga orang dinyatakan sembuh, dan Jumat ada satu orang dinyatakan sembuh dari COVID-19.