Festival Lampion Jelang Impek Dimulai, Junjung Toleransi di Pontianak

Pontianak, IDN Times - Menyambut perayaan Imlek 2577, Yayasan Panca Bhakti Pontianak memeriahkan dengan Festival Lampion dan atraksi naga, di Jalan Letjen Suprapto.
Pembukaan festival ini dimeriahkan dengan atraksi naga berwarna pink, dimainkan oleh sejumlah remaja perempuan dengan gerakan yang enerjik. 800 hingga 1.000 lampion berjejer di depan jalan Yayasan Panca Bhakti menjadi suasana Imlek menjadi lebih menarik.
1. Sambut Imlek dengan meriah

Wakil Ketua Umum Damkar Panca Bhakti, Jupri Syukur menuturkan, dengan dihidupkannya ratusan lampion ini jadi simbolis kemeriahan menyambut tahun baru Imlek.
“Dengan dihidupkan lampion ini, kita ikut memeriahkan tahun baru Imlek. Dan sesuai dengan makna dari tahun baru Imlek itu adalah, pertama mulainya musim semi. Kedua, kita selalu mengharapkan bahwa untuk tahun depannya bisa memberikan kita kesehatan, keberuntungan, dan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat di Pontianak,” paparnya, Minggu (15/2/2026).
Hingga saat ini, peran serta dari pemadam kebakaran swasta ini sudah cukup dirasakan oleh semua masyarakat di Kota Pontianak. Namun kedepan, pihaknya masih akan berbenah, baik dari infrastruktur, ataupun personil.
“Untuk tahun depan ini tentunya masih banyak kekurangan-kekurangan yang harus kita lengkapi. Baik dari infrastrukturnya, fasilitasnya, latihan untuk seluruh personel. Itu yang kita ingin kembangkan,” terangnya.
2. Generasi muda lestarikan budaya

Melihat banyak generasi anak muda mulai antusias bermain atraksi naga ini menandakan bahwa generasi muda di Pontianak aktif dalam mengembangkan tradisi menjelang Imlek ini.
“Kita lihat hari ini, yang sudah mulai aktif ini adalah generasi muda semua. Kita sangat mengharapkan bahwa ini bisa dilanjutkan ke depannya kepada dilantikan oleh yang muda- muda itu,” tuturnya.
3. Junjung toleransi beragama

Jupri juga menuturkan soal adanya toleransi umat beragama di Pontianak. Seperti halnya di tahun ini, perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan.
“Ya, ini kan dalam kehidupan bermasyarakat toleransi kepada semua suku. Kita di Kalbar sudah terkenal dengan toleransinya, ya pasti kita sesuaikan,” ungkap Jupri.
Di hari kedua perayaan Imlek, warga di Pontianak juga menjalankan ibadah puasa, maka kata Jupri, untuk pagelaran liong naga akan disesuaikan waktunya.
“Ya harus kita sesuaikan jamnya. Jangan sampai bertabrakan gitu. Itu yang kita ingin bawa bersama. Dan itu saya rasa kita semua sudah mengerti dan saling menghormati,” tukasnya.


















