Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Jadi Harapan Baru Pariwisata Kaltim
Karst Sangkulirang (instagram.com/aidilputra17)

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mempercepat penyempurnaan dokumen dan persiapan lapangan guna memastikan kawasan Sangkulirang-Mangkalihat lolos verifikasi nasional pada Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengusulkan kawasan tersebut sebagai geopark kelas dunia.

“Kami sedang melakukan akselerasi untuk menyinkronkan dokumen rencana induk sesuai arahan Bappenas, sekaligus memperkuat visibilitas di lapangan agar seluruh standar nasional dapat terpenuhi dengan optimal,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Ririn Sari Dewi, dilaporkan Antara di Samarinda, Kamis (7/5/2025).

1. Komitmen pembangunan di Kaltim

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim), Ririn Sari Dewi. (Dok. Istimewa)

Menurut Ririn, percepatan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah yang tidak hanya berfokus pada pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga pelestarian kekayaan geologi dan alam yang dimiliki Benua Etam.

Saat ini, tim gabungan lintas daerah tengah memprioritaskan penyempurnaan dokumen rencana induk yang akan menjadi acuan pengelolaan jangka panjang kawasan konservasi tersebut.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai memperkuat identitas kawasan melalui pembangunan gerbang di sejumlah titik masuk geopark, serta pemasangan branding di bandara utama Kabupaten Berau dan Kutai Timur.

2. Potensi pengembangan wisata karst di Kaltim

Sangkulirang Mangkalihat (instagram.com/ganesayudhistira)

Secara teknis, kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat memiliki potensi besar dengan 26 geosite, tujuh situs keanekaragaman hayati, dan dua situs budaya yang akan dinilai oleh tim verifikator nasional.

Ririn menjelaskan, fenomena alam air dua rasa di Labuan Cermin dan kerucut karst di Desa Merabu diproyeksikan menjadi daya tarik utama untuk menunjukkan nilai universal kawasan tersebut di mata dunia.

Selain memperkuat aspek geologi, Pemprov Kaltim juga fokus membangun tata kelola yang berkelanjutan melalui pelibatan akademisi, praktisi, dan birokrat profesional.

3. Kekayaan alam wisata karst Sangkulirang-Mangkalihat

Infografis status fauna di Kawasan Bentang Alam Karst Sangkulirang-Mangkalihat Berau serta Kutai Timur (IDN Times/yuda almerio)

Pemerintah bahkan tengah mengkaji pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar pengelolaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat ke depan dapat berjalan lebih mandiri dan fleksibel.

Tak hanya itu, program pemberdayaan masyarakat adat turut digenjot, seperti yang telah berjalan di Kampung Budaya Merabu. Program tersebut diharapkan mampu menghubungkan upaya pelestarian alam dengan peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

“Jika verifikasi nasional berjalan sukses, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat akan diusulkan sebagai kandidat UNESCO Global Geopark,” kata Ririn.

Editorial Team