ilustrasi owa Kalimantan (unsplash.com/Simone Dinoia)
Owa Kalimantan merupakan primata tanpa ekor yang menghabiskan sebagian besar waktunya di pepohonan. Lengan panjangnya memungkinkan satwa ini bergerak dengan cara berayun dari satu cabang ke cabang lain untuk mencari makanan dan berpindah tempat.
Owa juga dikenal melalui suara panggilannya yang khas, yang dapat terdengar di kawasan hutan tempat kelompoknya hidup.
Ketergantungan pada pepohonan membuat owa rentan terhadap perubahan struktur habitat. Ketika kebakaran merusak tutupan hutan, jalur pergerakan antarpohon dapat terputus dan sumber makanan menjadi lebih sulit dijangkau.
Kerusakan hutan yang meluas juga dapat memisahkan kelompok owa dari bagian habitat lainnya. Oleh karena itu, menjaga kawasan hutan yang masih utuh menjadi langkah penting untuk mempertahankan ruang hidup dan kelangsungan populasi primata ini.
Ketujuh satwa tersebut menunjukkan betapa eratnya hubungan antara kelestarian hutan Kalimantan dan kehidupan satwa liar di dalamnya. Setiap spesies memiliki kebutuhan habitat serta peran ekologis yang berbeda, mulai dari membantu penyebaran biji hingga menjaga keseimbangan rantai makanan.
Ketika hutan rusak, dampaknya tidak berhenti pada hilangnya pepohonan. Kerusakan dapat mengganggu ketersediaan makanan, memutus jalur pergerakan satwa, dan mengubah keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.
Karena itu, penanganan karhutla perlu dilakukan melalui pencegahan, pemadaman, pemulihan habitat, serta perlindungan satwa yang terdampak. Upaya tersebut juga perlu disertai pengawasan terhadap aktivitas manusia yang dapat memperburuk kerusakan hutan.
Menjaga hutan Kalimantan bukan hanya tentang mempertahankan hamparan hijau. Lebih dari itu, upaya ini berarti memastikan orangutan, beruang madu, macan dahan, bekantan, kucing merah, trenggiling, dan owa tetap memiliki ruang untuk hidup di habitat alaminya.
Sebab, ketika hutan kehilangan daya dukungnya, satwa liar bukan satu-satunya yang terdampak. Keseimbangan ekosistem yang menopang kehidupan manusia juga ikut terancam.