Palaquium. (Dok nparks.gov.sg)
Satu lagi tumbuhan yang tercatat dalam penelitian mengenai vegetasi hutan rawa gambut Kalimantan Tengah adalah Palaquium cochleariifolium.
Spesies ini menjadi bagian dari komunitas pohon yang tumbuh di ekosistem gambut. Keberadaannya memperlihatkan bahwa hutan gambut bukan sekadar hamparan pepohonan di tanah basah, melainkan ekosistem dengan susunan spesies yang beragam dan saling berinteraksi.
Dampak kebakaran terhadap tumbuhan tidak selalu terlihat dari pohon yang langsung mati atau hangus. Sebagian tumbuhan mungkin bertahan, tetapi perubahan kondisi habitat dapat menghambat pertumbuhan bibit dan memengaruhi komposisi vegetasi dalam jangka panjang.
Penelitian mengenai kebakaran hutan gambut di Kalimantan juga menunjukkan bahwa kawasan yang terbakar dengan tingkat keparahan tinggi cenderung memiliki keragaman spesies lebih rendah.
Artinya, dampak karhutla dapat berlangsung jauh setelah api berhasil dipadamkan. Hutan yang mulai menghijau kembali belum tentu memiliki komposisi tumbuhan yang sama dengan kondisi sebelum kebakaran.
Karena itu, pemulihan ekosistem perlu memperhatikan keberagaman spesies asli, bukan hanya jumlah pohon yang berhasil ditanam kembali.
Kelima tumbuhan tersebut menunjukkan bahwa hutan Kalimantan menyimpan kekayaan hayati yang tidak selalu terlihat atau dikenal masyarakat luas. Setiap spesies merupakan bagian dari ekosistem yang terbentuk melalui proses alami dalam waktu panjang.
Karhutla dapat merusak hubungan tersebut dengan menghilangkan vegetasi, mengurangi sumber benih, dan mengubah kondisi habitat. Jika kebakaran terjadi berulang kali, kemampuan hutan untuk memulihkan diri juga dapat semakin terganggu.
Karena itu, pelestarian tumbuhan asli tidak cukup dilakukan melalui penanaman bibit setelah kebakaran. Upaya tersebut perlu disertai pencegahan pembukaan lahan dengan api, perlindungan kawasan hutan, penjagaan kelembapan gambut, serta pemulihan ekosistem berdasarkan karakteristik tumbuhan setempat.
Kelima spesies yang dibahas tidak semuanya terbukti berstatus langka atau terancam punah secara resmi. Namun, keberadaan mereka mengingatkan kita bahwa setiap bagian dari keragaman vegetasi memiliki arti bagi kelangsungan ekosistem.
Sebab, ketika hutan terbakar, yang hilang bukan hanya pepohonan yang terlihat di permukaan. Sumber benih, proses regenerasi, dan kesempatan bagi generasi tumbuhan berikutnya untuk tumbuh di habitat alaminya juga bisa ikut terancam.