Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jarang Diketahui, Ini Perbedaan Orangutan Kalimantan, Sumatra, dan Tapanuli

Kota Balikpapan
Jarang Diketahui, Ini Perbedaan Orangutan Kalimantan, Sumatra, dan Tapanuli
Orangutan jantan dipindahkan usai habitatnya terancam karhutla. (IDN Times/YIARI).
  • Indonesia menjadi habitat tiga spesies orangutan: Kalimantan, Sumatra, dan Tapanuli, yang berbeda dalam ciri fisik, perilaku, serta persebaran wilayah.
  • Orangutan Kalimantan tersebar luas di hutan Kalimantan, orangutan Sumatra hidup di hutan utara termasuk Ekosistem Leuser, sedangkan orangutan Tapanuli hanya ditemukan di Batang Toru.
  • Ketiga spesies menghadapi ancaman hilangnya dan terfragmentasinya habitat akibat aktivitas manusia; perlindungan hutan, penegakan hukum, dan edukasi diperlukan untuk menjaga populasinya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indonesia menjadi rumah bagi tiga spesies orangutan yang memiliki karakteristik dan habitat berbeda. Ketiganya adalah orangutan Kalimantan, orangutan Sumatra, dan orangutan Tapanuli.

Meski sama-sama dikenal sebagai primata yang banyak menghabiskan waktu di atas pohon, ketiga spesies tersebut memiliki perbedaan dari segi fisik, perilaku, hingga wilayah persebarannya. Sayangnya, keberadaan mereka kini terus terancam akibat hilangnya habitat dan berbagai aktivitas manusia.

Berikut tiga spesies orangutan yang perlu kamu kenali.

  1. 1. Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus)

    Orangutan
    Tiga orangutan hasil rehabilitasi akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan hutan Kalimantan Timur, Rabu (24/6/2026). BKSDA Kaltim

    Orangutan Kalimantan merupakan salah satu spesies orangutan dengan wilayah persebaran yang luas, terutama di hutan-hutan Pulau Kalimantan.

    Spesies ini memiliki tubuh relatif besar dengan rambut cokelat kemerahan yang cenderung lebih gelap. Pada jantan dewasa, terdapat flensa atau bantalan pipi yang lebar dan menonjol di kedua sisi wajah.

    Orangutan Kalimantan dikenal sebagai satwa arboreal yang lebih banyak beraktivitas di atas pohon. Namun, mereka juga terkadang turun ke permukaan tanah.

    Di balik karakteristik tersebut, kelangsungan hidup orangutan Kalimantan menghadapi ancaman serius. Penyusutan hutan akibat penebangan dan aktivitas pertambangan membuat habitat alami mereka terus berkurang.

  2. 2. Orangutan sumatra (Pongo abelii)

    Orangutan Sumatra betina berbagi makanan dengan anaknya. (IDN Times/Prayugo Utomo)
    Orangutan Sumatra betina berbagi makanan dengan anaknya. (IDN Times/Prayugo Utomo)

    Berbeda dengan orangutan Kalimantan, orangutan Sumatra umumnya memiliki tubuh yang lebih ramping dengan rambut berwarna lebih terang dan cenderung halus.

    Jantan dewasa memiliki flensa yang relatif lebih kecil dan tipis. Spesies ini banyak ditemukan di kawasan hutan Sumatra bagian utara, termasuk Ekosistem Leuser.

    Orangutan Sumatra juga dikenal lebih sering beraktivitas di kawasan hutan dengan kondisi berbukit hingga pegunungan. Namun, keberadaan mereka tetap menghadapi ancaman akibat kerusakan dan fragmentasi habitat.

  3. 3. Orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis)

    potret orangutan Tapanuli
    potret orangutan Tapanuli (Tim Laman, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Orangutan Tapanuli merupakan spesies orangutan yang sangat langka dan hanya ditemukan di kawasan Ekosistem Batang Toru, Sumatra Utara.

    Secara fisik, orangutan Tapanuli memiliki kemiripan dengan orangutan Sumatra. Namun, spesies ini memiliki karakteristik tersendiri, seperti rambut yang cenderung lebih keriting serta bentuk wajah yang khas. Jantan dewasa juga memiliki flensa dengan rambut yang lebih halus.

    Populasinya yang terbatas membuat orangutan Tapanuli menjadi salah satu primata paling terancam di dunia. Hilangnya habitat akibat deforestasi dan pembangunan infrastruktur menjadi sejumlah ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan hidup spesies ini.

    Ketiga spesies orangutan tersebut merupakan bagian penting dari keanekaragaman hayati Indonesia. Namun, keberadaan mereka terus menghadapi tekanan, terutama akibat hilangnya hutan yang menjadi habitat dan sumber makanan.

    Upaya konservasi menjadi kunci untuk menjaga populasi orangutan agar tidak semakin terdesak menuju kepunahan. Perlindungan hutan, penegakan hukum terhadap perusakan habitat, serta edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

    Menjaga orangutan bukan hanya tentang melindungi satu jenis satwa. Kelestarian mereka juga berkaitan erat dengan keberlangsungan ekosistem hutan yang menjadi rumah bagi berbagai spesies lainnya.

    Karena itu, kepedulian terhadap kelestarian hutan dan satwa liar perlu terus ditumbuhkan. Masa depan orangutan bergantung pada bagaimana manusia menjaga habitat mereka hari ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More