Zoom meeting FJPI Diskusi Jurnalis Perempuan Bicara Kartini di Era Pandemik Virus Corona (IDN Times/Uni Lubis)
Tidak hanya penikmat media, jurnalis pun mengalami stres saat meliput pandemik virus corona. Hal ini diungkapkan oleh Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis.
"Ada teman yang setiap meliput pandemik ini mau muntah. Karena setiap hari meliput soal kematian yang traumatis. Terutama bagi wartawan yang tinggal sendiri di kos," kata Uni.
Menurut Uni, jurnalis baik perempuan maupun laki-laki memerlukan relaksasi, istirahat sesaat, saling berbagi, dan bertukar konten mengenai mental healing.
Sementara, Yuli Ismartono mengingatkan jurnalis untuk memiliki masa jeda dan istirahat guna melakukan hal yang disukai dan membuatnya tak stres dalam masa pandemik virus corona ini.
"Harus ada jeda. Istirahat dari kesibukan kita penting sekali. Ada yang main musik, kalau saya olahraga," katanya.
Yulia mengatakan hal senada, "Setiap 3 jam saya akan off 20 menit," ujarnya. Ia perlu break sejenak untuk menghindari stres, melakukan hal yang membuatnya relaks dan kemudian membuatnya bekerja lebih optimal.
Sementara Rosi pun menghindari semua WhatsApp grup untuk menjaga pemikirannya tetap positif.
"Kalau saya waktu COVID ini, saya absen dari lihat grup WhatsApp. Saya tidak mau membuat mindset saya jadi ikut cemas. I need to be positive for my team, sejak pandemik COVID ini saya gak baca grup WhatsApp" kata Rosi.
Di sisi lain, Uni Lubis mengatakan, "Saya rasa bagaimana kita dealing with pandemic, dengan bersyukur. Karena banyak orang yang dalam kondisi tidak lebih baik dari kita. Bersyukur bahwa kita masih bisa bekerja dan melakukan hal yang berkontribusi ke masyarakat melalui karya-karya kita," ujarnya.
Uni juga mengingatkan bahwa ini adalah momen kita saling menguatkan. Posisi jurnalis sangat krusial perannya dalam masa pandemik virus corona untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar.