Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kalteng Diselimuti Asap Karhutla, 18 Ribu Hektare Lahan Terbakar
Sejumlah pengendara motor melintasi Bundaran Burung saat kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (29/9/2026). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/rwa.
  • Asap karhutla masih menyelimuti Palangka Raya pada 14 Oktober 2026; hingga 13 Oktober, kebakaran di Kalteng mencapai 18.050,68 hektare dari 6.255 kejadian.
  • Kotawaringin Timur mencatat area terbakar terluas, 3.280,59 hektare; Palangka Raya mengalami 906 kejadian seluas 1.185,42 hektare, sedangkan Kotawaringin Barat mencapai 2.600 hektare.
  • Pemerintah terus memadamkan api dan menangani dampak kesehatan, pendidikan, serta ekonomi; penetapan bencana nasional menjadi kewenangan pemerintah pusat berdasarkan sejumlah indikator.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palangka Raya, IDN Times - Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), pada Rabu (14/10/2026). Secara akumulatif, luas lahan terbakar di Kalteng telah mencapai 18.050,68 hektare dengan total 6.255 kejadian hingga 13 Oktober 2026.

Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng, Kota Palangka Raya mencatat 906 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 1.185,42 hektare.

Sementara itu, Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat luas kebakaran terbesar dalam data yang disampaikan, yakni 3.280,59 hektare dengan 1.140 kejadian. Adapun Kabupaten Kotawaringin Barat mencatat 2.600 hektare lahan terbakar dengan 390 kejadian.

1. Penanganan karhutla di Kalteng jadi perhatian

Seorang warga berupaya memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden, mengatakan penanganan karhutla di seluruh wilayah Kalteng menjadi perhatian pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

“Tentunya seluruh wilayah di Kalimantan Tengah semua menjadi perhatian penting oleh pemerintah, baik provinsi maupun nasional,” kata Linae dilaporkan Antara setelah menghadiri rapat paripurna, Selasa (13/10/2026).

2. Proses pemadaman masih terus berlangsung

Warga berupaya memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj

Ia menjelaskan, upaya penanganan terus dilakukan melalui pemadaman di lapangan serta penanganan dampak karhutla terhadap kesehatan, pendidikan, perekonomian, dan sektor lainnya.

Terkait kemungkinan penetapan status bencana nasional, Linae menegaskan keputusan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Bencana nasional itu dari pusat yang menentukan. Jadi, bencana nasional itu kita tahu ada indikator-indikatornya,” ujarnya.

3. Indikator dianggap sebagai bencana nasional

Kondisi permukiman warga di bantaran Sungai Kahayan saat kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (29/9/2026). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/rwa

Menurut Linae, sejumlah indikator yang menjadi pertimbangan antara lain jumlah korban terdampak, termasuk warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap, korban meninggal dunia dan luka-luka, kerusakan sarana dan prasarana, serta kondisi perekonomian yang lumpuh.

Pemerintah daerah terus melakukan penanganan karhutla sembari memantau dampaknya terhadap masyarakat di berbagai wilayah Kalteng.

Curated For You

Editorial Team

Related Article