Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kantor Pesantren Nabil Husein Samarinda Terbakar

Kantor Pesantren Nabil Husein Samarinda Terbakar
Sejumlah petugas pemadam kebakaran melakukan pembasahan saat terjadinya kebakaran di pondok Pesantren Nabil Husein di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (12/3/2025) ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Share Article

Samarinda, IDN TimesKebakaran hebat melanda bangunan Kantor Pondok Pesantren Nabil Husein yang terletak di Jalan Rapak Indah, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, pada Rabu (13/3/2024) malam.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda mengerahkan puluhan personel dibantu relawan untuk memadamkan api yang berkobar di gedung tiga lantai tersebut.

"Kami mengerahkan tim gabungan bersama relawan untuk memadamkan api di kantor pesantren," ujar Kepala Disdamkar Samarinda Hendra AH diberitakan Antara. 

1. Kebakaran terjadi bersamaan berbuka puasa di Ramadan

Sejumlah petugas pemadam kebakaran melakukan pembasahan saat terjadinya kebakaran di pondok Pesantren Nabil Husein di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (12/3/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Sejumlah petugas pemadam kebakaran melakukan pembasahan saat terjadinya kebakaran di pondok Pesantren Nabil Husein di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (12/3/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Menurut Hendra, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 19.00 WITA dengan kode 10.70/65, yang menandakan kebakaran gedung perkantoran.

"Sebanyak 12 unit mobil pemadam dari Disdamkar dan PMK Swasta, serta 25 mesin portable milik relawan kami turunkan ke lokasi," jelasnya.

Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.10 WITA, setelah upaya pemadaman selama lebih dari satu jam.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, semua santri dan penghuni pesantren selamat," tambah Hendra.

Meski demikian, dua relawan mengalami luka ringan. Seorang relawan dilaporkan sesak napas dan satu lainnya terluka di tangan saat proses pemadaman berlangsung.

2. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik

ilustrasi seseorang mencabut stop kontak (freepik.com/rawpixel.com)
ilustrasi seseorang mencabut stop kontak (freepik.com/rawpixel.com)

Berdasarkan keterangan sementara dari Disdamkar, api diduga berasal dari lantai dua bangunan kantor, yang kemungkinan dipicu oleh arus pendek listrik pada sebuah laptop yang ditinggalkan dalam kondisi terhubung ke pengisi daya.

Namun, Hendra menegaskan, "Penyebab pasti masih dalam penyelidikan kepolisian."

3. Terkendala air untuk memadamkan api

Ilustrasi PT Pertamina melalui tim Relawan Pertamina Peduli bersama tim damkar Divisi HSSE, serta tenaga medis PT Pertamina Bina Medika IHC turun langsung ke lokasi terdampak membantu pemulihan dan pemeriksaan kesehatan warga terdampak. (dok. Pertamina)
Ilustrasi PT Pertamina melalui tim Relawan Pertamina Peduli bersama tim damkar Divisi HSSE, serta tenaga medis PT Pertamina Bina Medika IHC turun langsung ke lokasi terdampak membantu pemulihan dan pemeriksaan kesehatan warga terdampak. (dok. Pertamina)

Proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat minimnya sumber air di sekitar lokasi. Namun, berkat kerja sama tim gabungan, api berhasil dijinakkan sebelum merembet ke bangunan lain.

Selain Disdamkar dan PMK Swasta, proses pemadaman juga melibatkan berbagai unsur, di antaranya:

  • Relawan dari Samarinda dan Loa Janan
  • Emergency Medical Team (EMT-ITS)
  • Comment Center 112
  • BPBD Kota dan Provinsi Kaltim
  • Babinsa dan Bhabinkamtibmas
  • Polsek Sungai Kunjang, Patroli Beat 110, dan Sat Brimob Polda Kaltim
  • PLN Samarinda dan PMI Samarinda
  • Tagana Kota dan Provinsi, Dishub Samarinda, serta Orari

"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang turut membantu. Sinergi ini sangat penting dalam menghadapi kondisi darurat seperti ini," ujar Hendra.

4. Waspada terhadap korsleting listrik

Ilustrasi kebakaran di Rawamangun (Humasjakfire)
Ilustrasi kebakaran di Rawamangun (Humasjakfire)

Menutup keterangannya, Disdamkar Samarinda mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik yang kerap menjadi pemicu kebakaran.

"Pastikan tidak meninggalkan perangkat elektronik dalam keadaan terhubung ke pengisi daya tanpa pengawasan," tegas Hendra.

Ia juga mengingatkan pentingnya mencabut peralatan elektronik dari stop kontak jika tidak digunakan, guna menghindari risiko kebakaran serupa.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Mau Karier Cepat Berkembang? Personal Branding Jadi Kunci Utamanya

26 Mei 2026, 03:00 WIBNews