Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kasus Kematian Positif COVID-19 di Kaltim Melonjak Tajam dalam 19 Hari

Kasus Kematian Positif COVID-19 di Kaltim Melonjak Tajam dalam 19 Hari
Ilustrasi pemakaman jenazah COVID-19 (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Share Article

Samarinda, IDN Times - Kasus kematian akibat pandemik virus corona atau COVID-19 di Kaltim mestinya menjadi peringatan bagi warga biar makin waspada. Demikian dikatakan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak dalam rilis hariannya via Zoom.

“Jangan dianggap sepele. Harus menjadi lebih serius menangani dan mencegah agar tak tertular,” terangnya pada Rabu (19/8/2020) petang.

1. Angka kematian akibat COVID-19 paling banyak dari usia 50 tahun ke atas

Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim (IDN Times/Yuda Almerio)
Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim (IDN Times/Yuda Almerio)

Menukil data Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim dalam 19 hari terakhir boleh jadi periode kelam bagi Kaltim. Maklum tingkat kematian melonjak tajam dari 32 menjadi 98 kasus. Atau terjadi penambahan 66 kasus angka kematian. Dalam rentang tersebut rerata kasus kematian juga ikut menanjak. Dari 1 menjadi 3,7 persen. Selain itu, Andi menyebut tingkat kematian di Kaltim, didominasi kelompok umur 55 tahun ke atas. Padahal rerata usia ini bukanlah yang merajai daftar kasus positif COVID-19 di Kaltim.

“Iya kasusnya lebih separuh di atas usia 55 tahun,” tuturnya.

2. Angka kematian karena positif corona di Kaltim nyaris seratus kasus

Ilustrasi pasien COVID-19. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Ilustrasi pasien COVID-19. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Teranyar kasus kematian dua warga Balikpapan yang terkonfirmasi positif COVID-19. Detailnya, pria 53 tahun, dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo dan meninggal dunia pada 19 Agustus 2020. Pada hari yang sama, juga pria 43 tahun  dengan gejala sama ISPA, meninggal dunia di RS Tentara Dr R Hardjanto. Pemulasaran dan pemakaman keduanya dijalankan sesuai protokol COVID-19. Dengan tambahan ini kematian akibat corona naik menjadi 98 kasus. Tersisa dua lagi genap seratus kasus.

“Ini menjadi warning bagi setiap warga agar taat dengan protokol kesehatan. Kasus ini nyata,” sebut sekretaris Diskes Kaltim ini.

3. Balikpapan masih mendominasi kasus kematian positif COVID-19 di Kaltim

Ilustrasi virus corona (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
Ilustrasi virus corona (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).

Masih menukil data Diskes Kaltim, kasus kematian positif COVID-19 terbanyak masih didominasi Balikpapan dengan 62 kasus. Disusul Samarinda dengan 20 pasien, selanjutnya Kutai Kartanegara 5 kasus, Paser 4, Kutai Timur 2, lalu masing-masing 1 kasus dari Berau, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, Bontang dan Mahakam Ulu. Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim virus corona sudah merata. Tak lagi nihil kasus positif alias zona hijau, pun demikian kasus kematian.

“Ingat virus corona itu nyata. Jaga diri dan sesama dan disiplin protokol kesehatan. Rajin cuci tangan, pakai masker serta jaga jarak,” pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Kalimantan Timur

See More

Kelihatan Santai, Padahal Berat: Beban Tersembunyi Anak Bungsu

28 Jun 2026, 03:00 WIBNews