Kekeringan di Pontianak Memuncak, Air Galon Isi Ulang Tembus Rp25 Ribu

- Kelangkaan air bersih saat cuaca kering di Pontianak mendorong harga air galon isi ulang dari sekitar Rp6.000 menjadi Rp20.000 hingga Rp25.000 per galon.
- Wali Kota Edi Rusdi Kamtono mengimbau warga mencari penjual lebih terjangkau atau tidak membeli air galon bila harganya dinilai sudah tidak wajar.
- Pemkot meminta Dinas Perdagangan memantau harga demi mencegah inflasi, sementara PDAM menyediakan air tawar dan menunggu hujan agar produksi IPA kembali normal.
Pontianak, IDN Times - Kelangkaan air bersih di tengah cuaca kering mulai berdampak pada harga air galon isi ulang di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).
Harga yang biasanya sekitar Rp6.000 per galon, kini di sejumlah tempat dilaporkan melonjak hingga Rp20 ribu bahkan Rp25 ribu.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Ia meminta masyarakat tidak memaksakan diri membeli air dengan harga yang dianggap terlalu tinggi.
1. Minta warga tak beli air galon yang mahal

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. (IDN Times/Teri). Menurut Edi, kenaikan harga tidak bisa sepenuhnya dilepaskan dari mekanisme pasar. Namun, masyarakat tetap memiliki pilihan untuk mencari penjual lain dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kalau mahal-mahal, cari yang murah. Pemerintah kita berupaya untuk menyiapkan air tawar,” terang Edi, Selasa (8/9/2026).
Ia bahkan menyarankan warga tidak membeli apabila harga air dinilai sudah tidak wajar.
“Kalau ada yang mau beli, ya silakan. Tapi kalau mahal-mahal, tidak usah dibeli,” ujarnya.
2. Minta dinas pantau harga, agar tak berdampak dengan inflasi

Warga Pontianak berburu air bersih. (IDN Times/Teri). Di sisi lain, Pemkot Pontianak tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga air di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Edi mengatakan Dinas Perdagangan turut diminta memantau kondisi tersebut agar kenaikan harga air tidak sampai memberikan tekanan terhadap inflasi di Kota Pontianak.
“Kalau dari Dinas Kesehatan, itu masalah kelayakan air. Kalau dari perdagangan, kita cuma monitor saja. Jangan sampai air menjadi penyebab inflasi juga,” jelasnya.
3. PDAM berupaya sediakan air tawar

Pembagian air bersih di Kalbar. (IDN Times/istimewa). Untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi, Pemkot Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa terus berupaya menyediakan air tawar.
Edi juga memastikan air PDAM yang telah melalui proses pengolahan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) sudah layak dikonsumsi masyarakat.
Meski demikian, produksi air tawar masih bergantung pada kondisi sumber air. Karena itu, Edi berharap hujan segera turun sehingga produksi air untuk kebutuhan IPA dapat kembali normal.
“Sementara kita masih berharap turun hujan sehingga produksinya bisa normal, terutama produksi air tawar untuk IPA,” tukasnya.



















