Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kemenkeu Menyerahkan Alat Usaha bagi Pelaku Usaha Kecil di PPU

Kemenkeu Menyerahkan Alat Usaha bagi Pelaku Usaha Kecil di PPU
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi didampingi Bupati PPU Hamdam serahkan bantuan alat usaha ke perwakilan pelaku UMKM dan IKM kabupaten PPU dan Kabupaten Paser, Senin 13/2/2023 (IDN Times/Ervan)
Share Article

Penajam, IDN Times - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyerahkan bantuan ratusan alat usaha kepada puluhan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan industri kecil menengah (IKM) di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (13/2/2023).

Bantuan ini bersumber dari dana insentif daerah dan bentuk apresiasi kepada Pemprov Kaltim yang sukses dalam pengendalian inflasi. 

"Dari Kemenkeu RI dan hadiah dari pemerintah pusat ke pemerintah Provinsi Kaltim yang dianggap telah berhasil dalam mengendalikan inflasi,” kata Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dalam prosesi penyerahan bantuan. 

1. Penerima UMKM se-Kaltim sebanyak 602 orang jumlah barang 3.839 unit

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi didampingi Bupati PPU Hamdam serahkan bantuan alat usaha ke perwakilan pelaku UMKM dan IKM kabupaten PPU dan Kabupaten Paser, Senin 13/2/2023 (IDN Times/Ervan)
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi didampingi Bupati PPU Hamdam serahkan bantuan alat usaha ke perwakilan pelaku UMKM dan IKM kabupaten PPU dan Kabupaten Paser, Senin 13/2/2023 (IDN Times/Ervan)

Hadi mengatakan, pemerintah memberikan bantuan pelbagai jenis alat usaha, di antaranya peralatan masak, pembuat kue, pengolahan perikanan, pendingin, peralatan untuk kopi, sablon, laundry, pencucian kendaraan, alat-alat industri kecil, dan menengah.

Rinciannya, sebanyak 3.839 alat usaha untuk 602 UMKM dan 141 alat usaha untuk 102 IKM di Kaltim. 

Pelaku usaha di PPU sendiri akan mendapatkan bantuan ada 15 UMKM dengan jumlah alat sebanyak 129 unit peralatan industri kecil dan menengah. Lalu ada 14 IKM bakal menerima alat itu dengan jumlah sebanyak 21 unit.

Sedangkan untuk Kabupaten  Paser terdapat tujuh UMKM dengan jumlah alat diterima sebanyak 14 Unit. 

2. Tiga bulan tak ada perkembangan bantuan ditarik kembali

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Bupati PPU Hamdam dan Kadis Perindagkop dan UMKM Kaltim Muhammad Sa'duddin menikmati roti hasil UMKM, Senin 13/2/2023 (IDN Times/Ervan)
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Bupati PPU Hamdam dan Kadis Perindagkop dan UMKM Kaltim Muhammad Sa'duddin menikmati roti hasil UMKM, Senin 13/2/2023 (IDN Times/Ervan)

Hadi mengatakan, bantuan tersebut khusus diperuntukkan bagi UMKM dan IKM yang sudah dilakukan pendampingan, 

“Sehingga dengan alat ini diharapkan terjadi peningkatan produksi penambahan usaha dan menambah tenaga kerja,” sambungnya.

Ia mengingatkan agar para pelaku usaha di PPU mampu memanfaatkan dengan sebaiknya bantuan dari pemerintah ini. Pemerintah daerah diminta memantau pemanfaatan alat usaha tersebut untuk kemajuan UMKM dan IKM setempat. 

“Kalau dalam tiga bulan tidak ada perkembangan kami akan tarik kembali. Semoga dengan alat bantuan ini apa yang kita harapkan dapat terlaksana yaitu, peningkatan produksi, penambahan usaha dan penambahan tenaga kerja. Sehingga Kaltim khususnya PPU dan Paser tumbuh pengusaha-pengusaha baru yang tangguh,” tegasnya. 

3. Tidak semua warga PPU tertarik bekerja pada sektor konstruksi di IKN

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi dan Bupati PPU Hamdam disela-sela penyerahan bantuan alat usaha UMKM serta IKM PPU dan Paser, Senin 13/2/2023 (IDN Times/Ervan)
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi dan Bupati PPU Hamdam disela-sela penyerahan bantuan alat usaha UMKM serta IKM PPU dan Paser, Senin 13/2/2023 (IDN Times/Ervan)

Sementara itu, Bupati PPU Hamdam mengucapkan terima kasih atas bantuan telah diberikan kepada para pelaku UMKM dan IKM di PPU. Dengan bantuan ini, tentu disambut semangat para penerima termasuk pelaku usaha di Kabupaten Paser yang kian bergelora, karena melihat peluang yang terbuka dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Dari data empiris bahwa UMKM dan IKM telah membuktikan dirinya sebagai penopang ekonomi di daerah kita, yang juga turut berkontribusi menekan angka inflasi sehingga  Kaltim menjadi provinsi yang inflasinya cukup terkendali dengan baik,” ujarnya. 

Menurutnya, tidak semua warga PPU tertarik bekerja pada sektor konstruksi di IKN, mungkin merasa upah yang belum memadai. Tentu dengan bantuan ini, sangat berarti sekali bagi penerima yang tidak mau bekerja di bidang konstruksi. Sehingga mereka membuka usaha-usaha produksi skala kecil menengah.

“Mudah-mudahan dengan bantuan ini, membuat kita menjadi pelaku-pelaku usaha yang tidak perlu harus menjadi pekerja konstruksi,” pungkas Hamdam.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ervan Masbanjar
Sri Gunawan Wibisono
Ervan Masbanjar
EditorErvan Masbanjar

Latest News Kalimantan Timur

See More

Hari Lingkungan Hidup, Berau Coal Tanam 3.403 Pohon di Area Reklamasi

29 Jun 2026, 01:00 WIBNews